Perdana Menteri Timor Leste Mengundurkan Diri

sasana

DILI — Dalam kerangka perombakan pemerintahan yang akan merampingkan kabinet Timor Leste, mantan pejuang kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao, menyampaikan surat pengunduran diri dari posisi perdana menteri. Dalam kesepakatan perombakan ini, kabinet akan dirampingkan dari 55 menjadi 33 menteri, dan akan lebih inklusif, melibatkan kalangan oposisi untuk sejumlah posisi menteri.

Mantan pemimpin gerilya dan pahlawan kemerdekaan yang berusia 68 ini merupakan sosok legendaris dalam sejarah negara Timor Leste. Xanana memimpin gerilya melawan tentara Indonesia selama lebih dari dua dekade dari belantara Timor, sampai akhirnya tertangkap tahun 1992.

Setelah hidup dalam penjara selama enam tahun, Gusmao ditempatkan dalam tahanan rumah, di sebuah rumah khusus, menyusul kesiapan Presiden BJ Habibie untuk menyelenggarakan referendum yang kemudian dimenangi oleh kelompok pro-kemerdekaan.

Presiden Taur Matan Ruak menyatakan, sudah menerima surat pengunduran diri tersebut. Namun, Ia belum mengambil keputusan. Terkait pengajuan surat pengunduran diri Perdana Menteri Xanana tersebut, telah menjadi bahan pembahasan pemerintah Timor Leste dalam pekan ini.

Ia mengatakan, Perdana Menteri (Xanana) menganjurkan semua anggota kabinet untuk bekerja dengan tenang dalam periode transisi ini, hingga pemerintahan baru dilantik. Sedangkan, pemerintahan baru diperkirakan akan terbentuk pekan depan. Meskipun nantinya pengunduran diri Perdana Menteri Xanana dikabulkan. Namun, Ia akan tetap mengambil peran dalam pemerintahan.

Disisi lain, sebagaimana dilansir oleh kantor berita AP,  salah satu pembantu dekat Xanana mengatakan, Xanana merasa kini sudah waktunya mengalihkan tanggung jawab pemerintahan kepada generasi baru.

Tags:
author

Author: