Periksa Kondisi Jasad Korban MH17, Ini Komentar Tim Investigasi Belanda

jasad korban pesawat MH17

Puing- puing sisa pesawat MH17 (sumber: Reuters)

Pewartaekbis — Jenasah sekitar 200 orang korban jatuhnya pesawat MH17 di wilayahn Ukraina yang dibawa dengan Kereta api,  telah tiba di kota Kharkiv, suatu wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina di sebelah timur Ukraina.

Kereta api itu  tiba hari Selasa dari kota Torez, yang dikuasai pasukan pemberontak pro-Rusia. Jenazah tersebut akan diserahkan kepada pemerintah Belanda, negara yang disetujui oleh pihak pemberontak dan pemerintah Malaysia untuk bertindak sebagai investigator  insiden jatuhnya pesawat MH17 tersebut.

Jenazah tersebut tiba beberapa jam setelah pemberontak di Ukraina timur menyerahkan  black box pesawat yang jatuh itu kepada para pakar penerbangan Malaysia. Kotak hitam tersebut berisi perekam data penerbangan.

Pemimpin pemberontak Alexander Borodai mengatakan penyerahan itu dilakukan di kota Donetsk, beberapa jam setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berbicara dengannya melalui telepon.

Kolonel Malaysia Mohamed Sakri menyatakan bahwa kondisi kotak-kotak hitam itu masih cukup baik meski sedikit mengalami kerusakan akibat benturan dan panas.

Sementara itu, sehari sebelumnya Senin (21/7/14), Tim penyelidik Belanda memeriksa jasad-jasad yang ditemukan dari pesawat Malaysia MH17 yang ditembak jatuh, dan saat ini disimpan dalam sebuah kereta dengan pengawasan kelompok pemberontak, demikian dilaporkan wartawan AFP.

Ketika setiap gerbong kereta yang membawa total lebih dari 200 mayat dibuka dan diperiksa oleh dua lelaki mengenakan masker dan lampu kepala, bau busuk yang terpancar sudah  menyengat.

Namun, penyelidik forensik asal Belanda menyatakan bahwa penyimpanan jenasah oleh pemberontak Pro Rusia  tersebut cukup baik.

“Saya rasa penyimpanan mayat ini kualitasnya cukup bagus,” kata pakar forensik Peter Van Vliet yang memimpin tim dari Belanda tersebut setelah memeriksa para jenasah.

Di bawah pengawasan 50 tentara pemberontak, Peter mengatakan timnya akan menuju lokasi utama kejadian sekitar 15 kilometer dari lokasi tersebut.

Para penyelidik didampingi oleh tim pemantau internasional dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) yang telah memantau lokasi kejadian sejak beberapa hari terakhir.

Di Belanda, Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan prioritas saat ini adalah memindahkan mayat-mayat itu ke wilayah yang dikuasai Kiev.

“Para pemberontak telah mengatakan bahwa pemantau internasional harus hadir saat kereta meninggalkan lokasi… pakar dari Belanda adalah pemantau internasional… mereka bisa menjalankan perannya,” kata Rutte.

Tags:
author

Author: