Perimbangkan NAsib nelayan, Boy Sadikin “Teguh” Tolak Reklamasi

nelayan

Jakarta – Salah satu program Pemprov DKI Jakarta yang menimbulkan polemik ialah kebijakan soal reklamasi. Gara-gara mega proyek ini, Boy Sadikin meninggalkan PDIP yang mendukung petahana Basuki T Purnama menjalankan proyek tersebut.

Dijelaskan Boy, sebenarnya mudah bagi Gubernur DKI untuk menjadi penengah antara pengembang dan masyarakat. Akan tetapi, hal itu tak dilakukan Ahok dan memilih menggusur warga pinggiran untuk memuluskan proyek reklamasi.

“Kalau ada masalah dengan klien enggak masalah bisa diselesaikan lewat komunikasi. Masalahnya mereka (nelayan) digusur tapi enggak diperhatiin,” sebutnya di Bogor, Jawa Barat (22/12).

Boy juga menyatakan menolak keras jika Pemprov DKI tetap melanjutkan reklamasi tanpa memikirkan nasib nelayan. Dikemukakannya, mereka sudah puluhan tahun tinggal di pesisir laut Jakarta. Menurut hemat Boy, Pemprov DKI Jakarta mesti memikirkan nasib nelayan.

“Coba kalau dibuat pulau khusus nelayan. Ada dermaga, tempat lelang ikan, rumah rumah warga pasti bakal bagus. Nelayan tidak akan menolak,” katanya.

Selain itu, Boy menerangkan jika selama pembangunan reklamasi pihak pengembang seharusnya memberikan subsidi baik itu untuk BBM maupun kapal untuk melaut.

“Sekarang nelayan ini ketika ada reklamasi harus nangkap lebih jauh padahal perahu kecil itu hanya mampu maksimal 4 mil, belum lagi buat bbm pasti nambah. Kecuali pengembang kasih subsidi ke nelayan perahu yang bagus atau paling enggak bensin,” imbuhnya.

Ia membayangkan jika proyek reklamasi dilanjutkan tanpa memikirkan nasib nelayan maka pulau reklamasi akan bernasib sama seperti PIK dan Pantai Marina Ancol.

“Masalahnya kalau pulau terisi mereka (nelayan) bakal susah. Enggak bisa keluar masuk sembarang karena privat. Kayak PIK sama Ancol sekarang. Enggak sembarang orang bisa masuk situ,” tegasnya seperti dikutip merdeka.com.

Ia juga menyatakan akan tetap menolak proyek reklamasi jika nasib nelayan tidak jelas.

“Soal reklamasi saya menolak selama nasib nelayan tidak jelas,” terang Boy.

Tags:
author

Author: