Perompak Kreatif, Ubah Nama Kapal Biar Bisa Kabur

kapal

JAKARTA — TNI AL sedang melakukan penyelidikan dan bekerja sama dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) terhadap delapan warga negara Indonesia yang diduga membajak kapal Orkim Harmony di Laut China Selatan. Kedelapan orang tersebut tertangkap di Pulau Thochu, Vietnam dalam sekoci berwarna oranye pada hari Jumat pukul 06.30 pagi waktu setempat.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Angkatan Laut Malaysia yang mengatakan, saat menyekap 22 awak kapal Orkim Harmony kedelapan perompak tersebut bersenjatakan pistol dan parang. Lalu, para perompak kabur dengan menggunakan sekoci pada Kamis (18/6/2015) malam waktu setempat.

Terkait hal ini, Kepala Staf AL Malaysia Tan Sri Abdul Aziz Jaafar menuturkan, kedelapan perompak tersebut berbicara dalam bahasa Melayu dengan aksen Indonesia. Selain itu, mereka juga mengubah nama kapal menjadi Kim Harmon untuk mengelabui aparat.

Dilansir dari Kompas.com, menurut penjelasan dari juru bicara TNI AL, Laksamana Pertama Manahan Simorangkir kepada BBC Indonesia, Jumat (19/6/2015), awalnya orang-orang yang ditangkap ini mengaku sebagai nelayan yang tenggelam. Dan saat ini, TNI AL dan Tentara Laut Diraja Malaysia tengah menyelidiki asal dan rekam jejak, di samping sidik jari kedelapan orang WNI yang tertangkap tersebut.

Manahan mengatakan, berdasarkan beberapa penuturan yang dismpaikan pihak Malaysia, kemungkinan kedelapan orang yang tertangkap tersebut adalah perompak. Hal ini dikarenakan, kapal ikan jarang memakai lifeboat.

“Ini adalah kasus perompakan pertama tahun ini yang melibatkan WNI karena sebelumnya laporan yang didapat hanyalah pencurian biasa, bukan dalam skala perompakan”, tutur Manahan.

Tags:
author

Author: