Pertamina Sudah Siap Ambil Alih Blok Migas Mahakam

pertamina

Jakarta —Pemerintah memutuskan PT Pertamina (Persero) untuk mengelola sumur Migas Blok Mahakam di Kutai, Kalimantan Timur. Terkait hal ini Pertamina mengaku telah siap menjalankan putusan pemerintah tersebut. Pertamina juga mengatakan akan “welcome” jika ada pihak lain yang ingin bekerja sama mengelola Blok Migas Mahakam tersebut.

Blok Migas Mahakam yang saat ini masih dikuasai Total E&P Indonesie akan berakhir kontraknya di tahun 2017 mendatang. Kontrak bagi hasil blok Mahakam sebelumnya ditandatangani pada 1967 dan diperpanjang pada 1997 untuk jangka waktu 20 tahun.

Sebelumnya, saat eksplorasi pada 1967, cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P-red) minyak dan gas bumi di Blok Mahakam cukup besar yaitu 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Setelah mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada 1974, produksi dan pengurasan secara besar-besaran cadangan membuat Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia dari tahun 1980 hingga tahun 2000.

Dan saat ini, setelah selama 40 tahun kontrak Total E&P Indonesie, sisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF. Diperkirakan masih tersisa cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF. Di akhir kontrak 2017 nanti

PT. Pertamina mengungkapkan, bahwa secara finansial pihaknya sudah sangat siap untuk mengambil alih Blok Mahakam dari Total. Bahkan, untuk perhitungan dana investasi juga sudah dilakukan Pertamina.

Tags:
author

Author: