Pesta Ulang Tahun Presiden Zimbabwe Dikritik Karena . . .

zimbabwe

Afrika~ Kabar miris datang dari negeri Zimbabwe, salah satu negara di Benua Afrika. Di tengah kemiskinan rakyat yang merajalela, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe justru menyelenggarakan pesta ulang tahun dengan anggaran sekira USD 800 ribu (setara Rp 10,7 miliar). Pesta tersebut bahkan dilakukan di Distrik Masvingo, lokasi yang paling parah terlanda kekeringan sepanjang 2015.

Pada acara tersebut 92 balon diterbangkan ke udara, melambangkan usia Mugabe yang telah menyatakan kesiapannya untuk terus memimpin Zimbabwe. Pembacaan puisi dan pentas nyanyian yang berisi pujian untuk Mugabe juga dihelat dalam acara tersebut.

Alih-alih membicarakan krisis di negaranya, Mugabe dalam kesempatan tersebut menyoroti isu LGBT dan bantuan asing.

“Jika donor asing membantu negara kita dengan syarat melegalkan pernikahan sejenis, maka sebaiknya kita tolak bantuan itu,” ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Tindakan Mugabe tentu mendapat kritik keras. Seperti diwartakan merdeka.com, juru bicara Gerakan Oposisi Perubahan Demokratik (MDC) Obert Gutu menyatakan dana tersebut sebenarnya bisa untuk mengimpor gandum.

“Anggaran gila-gilaan dari pesta presiden kemarin bisa dipakai untuk mengimpor gandum, sehingga rakyat di Masvingu tidak perlu mengalami kelaparan,” Sebut jubir MDC, kelompok yang sejak lima tahun terakhir dikebiri hak politiknya oleh Mugabe.

Untuk diketahui, hingga saat ini Zimbabwe belum pulih benar dari persoalan hiperinflasi pada 2008. Dalam krisi situasi krisis terparah melanda, mata uang negara di selatan Afrika itu tak berharga. 35 ribu triliun Dolar Zimbabwe bahkan hanya bisa digunakan untuk membeli sepotong roti.

Tags:
author

Author: