PHK 4900 Karyawan, Sampoerna Berikan Bekal Wirausaha

Aktivitas buruh pabrik kretek Sampoerna

Aktivitas buruh pabrik kretek Sampoerna

Pewartaekbis.com, Jawa Timur — Pada hari Jumat (16/5/2014) Pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk  di Desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, resmi ditutup.

Penghentian produksi ini disampaikan langsung PT HM Sampoerna Surabaya ke sekitar 2.700 pekerja. Diantaranya 2.496 buruh borongan tetap bagian produksi rokok di perusahaan besar dengan skala nasional tersebut, sehingga total karyawan yang akan di-PHK mencapai 4.900 karyawan.

Pihak perusahaan yang memproduksi Dji Sam Soe ini mengakui volume penjualan rokok Sampoerna mengalami penurunan sebesar 13% pada tahun 2013. Total volume SKT industri terus mengalami penurunan hingga triwulan I-2014 mencapai 16,1%. Sehingga diputuskan akan dilakukan penghentian produksi.

“Kami tidak melihat akan adanya perubahan tren pada segmen SKT dalam waktu dekat,” ungkap Sekretaris Perusahaan Sampoerna Maharani dalam keterangannya.

Seketika itu penjelasan penutupan pabrik mengejutkan para pekerja. Pasalnya mereka kebanyakan tidak mengetahui informasi seputar rencana penghentian produksi, karena sebelumnya bekerja seperti biasanya.

” Makanya teman-teman yang bekerja di shift malam ternyata juga hadir pagi ini. Rupanya mereka memang sudah diperintahkan hadir pagi untuk mendengarkan penjelasan penutupan pabrik dan PHK ini saja,” kata salah-seorang pekerja asal Lumajang ketika dimintai keterangan.

Bekal  Wirausaha dan THR

Maharani Subandhi selaku Sekretaris emiten berkode HSMP itu mengatakan bahwa ini keputusan sulit tetapi harus dilakukan.

“Hal ini adalah keputusan yang sangat sulit bagi manajemen Sampoerna, sekaligus merupakan kabar yang tidak baik bagi para karyawan kami, khususnya mereka yang terdampak secara langsung di pabrik SKT Jember dan Lumajang. Prioritas kami saat ini adalah memberikan dukungan dan bantuan yang terbaik bagi mereka selama masa‐masa sulit ini.” kata Maharani  dalam keterangan tertulis, Jumat (16/5/2014).

“Bagi mereka yang terdampak dengan keputusan ini akan mendapatkan paket pesangon yang jumlahnya lebih besar dari yang ditetapkan oleh pemerintah melalui UU Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003,” ujarnya.

Selain pesangon, HM Sampoerna juga akan membayarkan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri untuk tahun 2014.  Pihak manajemen juga memberikan kesempatan kepada para karyawan di pabrik SKT Jember dan Lumajang untuk mengikuti program pelatihan kewirausahaan, yang diharapkan dapat membantu  mencari sumber penghasilan lainnya berikut keahlian baru.

Berbagai program pelatihan tersebut ditujukan untuk membangun kapabilitas karyawan dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan serta meningkatkan  kemampuannya dalam melawati masa‐masa yang sulit ini.

Sampoerna akan menyediakan program pelatihan yang terdiri dari Sesi Motivasi, Pengelolaan Keuangan, dan Pelatihan Kejuruan.

Prioritas kami saat ini adalah memberikan dukungan dan bantuan yang terbaik bagi mereka selama masa‐masa sulit ini.