PNS Pemkot Semarang ‘Dilarang’ Beli Gas Elpiji 3 kg

gas

Semarang~ Berita ini patut untuk Anda cermati, khususnya Anda yang berstatus sebagai PNS di  Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah. Terhitung mulai hari ini (29/8), PNS di Pemkot Semarang diminta untuk menggunakan Bright Gas dan meninggalkan tabung gas elpiji 3 kg karena bukan tergolong warga miskin yang berhak menerima subsidi.

“Kita sudah hitung dari gaji dan tunjangan, PNS sudah di atas UMK semua. Teman-teman PNS ini kan warga yang mampu, bukan masuk wilayah miskin, jadi hari ini kita arahkan mereka untuk komitmen tidak menggunakan gas subsidi karena itu hak warga miskin,” sebut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (29/8).

Meski belum ada sanksi untuk PNS yang melanggar, ia menyebut  tetap pada sanksi sosial di lingkungan.

“Sejauh ini tidak ada sanksi untuk pemakaian salah sasaran, tapi ini sanksi moral. Jadi warga Semarang bisa memahami bangsa ini sedang butuh bantuan semuanya. Negara butuh bantuan untuk percepatan pembangunan dengan biaya yan besar. Jadi hal-hal seperti subsidi yang bukan hak kita jangan dipakai. Biar warga miskin saja yg pakai,” imbuhnya.

General Manager Pertamina MOR IV, Kusnendar, menyebutkan jika langkah Pemkot Semarang diharapkan  menjadi langkah konkrit pendistribusian gas Elpiji 3 kg agar tepat sasaran.

“Paling tidak dari seluruh kota Semarang, nanti bisa kan diikuti tetangganya. Ini pionir, di kota lain belum ada,” sebutnya.

Gas non subsidi yang akan dipakai para PNS merupakan Bright Gas 5,5 kg dengan harga refill Rp 57.500. Bright Gas, kata Kusnendar, menggunakan teknologi katup ganda yang mencegah kebocoran.

“Ini ada 100 tabung (Bright Gas) untuk mendorong yang lain. Jadi yang punya tabung 3 kilogram bisa ditukar. Kalau punya dua tabung, nanti bisa tambah Rp 100 ribu, kalau satu tabung kurang lebih Rp 200 ribu,” tandasnya seperti diwartakan detik.com.

Tags:
author

Author: