Presiden Jokowi: Kita ingin agar sandera itu bisa segera dilepas

Presiden jokowi dalam kunjungan APEC di Beijing (sumber: BBC.co.uk)

Jakarta~ Setelah seorang warga Kanada diwartakan tewas di tangan kelompok separatis Abu Sayyaf di Filipina, Presiden  Presiden Joko Widodo mengakui jika upaya pembebasan 10 awak kapal asal Indonesia yang disandera mereka bukanlah persoalan mudah.

“Kita akan sulit, kita harus ngerti yang lain juga enam bulan belum beres, delapan bulan juga belum beres. Malah kemarin ada yang sudah dieksekusi. Tidak segampang itu dengan memudahkan persoalan yang tidak mudah, karena di situ juga dikepung oleh tentara Filipina. Dan kita tahu kemarin sandera dipindahkan lagi ke tempat lain. Pindah-pindah sandera sudah menyulitkan kita,” sebut Presiden  Jokowi di Istana Negara (26/4).

Selain itu, lokasi penyanderaan berada di negara lain membuat  TNI tak dapat masuk begitu saja untuk membebaskan sandera. Terlebih  Konstitusi Filipina mengatur pelarangan militer dari negara lain untuk masuk ke wilayahnya

“Kita ingin agar sandera itu bisa segera dilepas. Tetapi kita juga harus sadar bahwa itu berada di negara lain. Kalau kita mau masuk ke sana harus ada izin. Kalau kita mau mengunakan misalnya teknik kita juga izin. Pemerintah Filipina pun harus mendapat persetujuan dari parlemen, itu yang memang sangat menyulitkan kita,” imbuhnya.

Walau begitu, pemerintah Indonesia dijanjikannya akan terus berupaya agar dapat membebaskan seluruh sandera.

“Operasi siang malam selalu ditindaklanjuti posisinya seperti apa dan komunikasi terus kita lakukan baik dengan pemerintah Filipina maupun juga dengan yang menyandera. Dan kita harapkan ini bisa seperti yang saya sampaikan bisa segera diselesaikan,” tandasnya seperti diwartakan merdeka.com.

Tags:
author

Author: