Mengapa Presiden Jokowi Enggan Beri Grasi untuk Pengedar Narkoba?

jokowi sidang MK

Jakarta~ Tadi pagi menjelang siang (4/2), Presiden Joko Widodo menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Ancaman Narkoba di Gedung Bidakara, Jakarta. Pada acara yang diinisiasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut Presiden Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala BNN Anang Iskandar menyambut langsung kedatangan Presiden Jokowi. Selain presiden, acara tersebut dihadiri juga oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno. Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti juga hadir bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Jaksa Agung HM Prasetyo serta sejumlah kepala daerah.

Berdasarkan paparan Anang Iskandar, acara tersebut digelar untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

“Acara ini digelar untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Indonesia sudah memprihatinkan, semoga acara ini bisa membuat pemberantasan narkoba dilakukan lebih komprehensif,” ucap Anang seperti diwartakan Kompas.

Dalam sambutan pembukaan rakornas pemberantasan narkoba tersebut, Presiden Jokowi menyatakan keprihatinannya karena peredaran dan penggunaan narkoba di Indonesia semakin parah. Bahkan, beliau menyebut negeri yang dipimpinnya sudah masuk level darurat soal peredaran narkoba.

“Ada sebuah situasi yang sudah sangat darurat. Semuanya harus kerjasama karena kondisinya menurut saya sudah sangat darurat,” demikian ungkap Presiden Jokowi.

Berdasarkan data yang diterima Presiden Jokowi setiap hari ada sekitar 50 orang di Indonesia yang meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba. Dengan estimasi ini, maka ada sekitar 18.000 jiwa meninggal dunia karena penggunaan narkoba. Jumlah tersebut belum 4,2 juta pengguna narkoba yang direhabilitasi dan 1,2 juta pengguna yang tidak dapat direhabilitasi.

Dengan data tersebut, Presiden Jokowi mengharapkan peran aktif lembaga penegak hukum, kepala daerah, dan komunitas masyarakat untuk mencegah  peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga menyatakan tidak akan memberikan atau mengabulkan grasi untuk pengedar narkoba.

“Saya sampaikan tidak ada pengampunan untuk urusan narkoba. Kalau kita berikan pengampunan rugi besar,” tegas sang presiden.

Tags:
author

Author: