Presiden SBY akan Disambut Demo

sby

Pewartaekbis~ Akibat aksi walkout fraksi Partai Demokrat dalam pembahasan RUU Pilkada beberapa saat yang lalu, Presiden SBY menuai beragam kecaman. Ketika masih di Washington DC pun Presiden SBY telah didemo oleh masyarakat Indonesia yang ada di negeri Paman Sam.

“Baru saja saya mendapat berita bahwa SBY didemo di tempatnya menginap di Willard InterContinental Hotel, Washington DC. Hari ini memang dia ada beberapa acara di Washington DC,” ungkap Made Tony Supriatma di akun Facebook-nya (27/9). Made merupakan WNI yang saat ini tinggal di New Jersey, Amerika Serikat.

Tak berbeda dengan saat masih di Washington DC, Presiden SBY juga rencananya akan didemo saat tiba ditanah air dini hari nanti (30/9). Demo tersebut akan dilaksanakan di Bandara Halim Perdana Kusuma, tempat pesawat yang ditumpangi SBY akan mendarat.

Tidak tanggung-tanggung, pendemo akan memberika gelar Bapak Anti- Demokrasi untuk Presiden SBY.

“Kami akan memberikan penghargaan ‘Bapak Anti Demokrasi’ kepada SBY. Pemberian ini harus dilakukan terbuka sehingga kami harus langsung menyambut di Bandara Halim Perdanakusuma,” ungkap Syafti Hidayat yang akan menjadi koordinator aksi dini hari nanti.

Berdasarkan keterangan dari Syafti Hidayat, aksi tersebut direncanakan sebagai respon terhadap ketidakjelasan posisi Presiden SBY dalam pembahasan RUU Pemilihan Kepala Daerah. Sebagaimana diketahui, SBY memberikan keterangan via Youtube mengenai pandangannya yang condong kepada pemilihan kepala daerah secara langsung. Tak berselang lama, Partai Demokrat juga menyatakan hal yang sama meski dengan sepuluh persyaratan. Dua peristiwa tersebut terjadi sebelum dilaksanakan RUU Pilkada . Namun, ketika dilakukan voting dalam rapat RUU Pilkada, kader SBY justru melakukan walkout yang menyebabkan disyahkannya Pilkada tak langsung.

“Ketika rakyat berteriak karena hak politiknya dirampas, tapi tuan presiden bergembira ria menerima penghargaan di luar negeri. Sudah selayaknya rakyat menyambut kedatangan SBY dan memberi penghargaan,” lanjut Syafti kemudian.

Rate this article!
Tags:
author

Author: