PT Nyonya Meneer Digugat Distributor Tunggalnya

nyonya

Semarang~ Perusahaan jamu yang pernah menjadi legenda di bumi pertiwi PT Nyonya Meneer memiliki banyak hutang. Bahkan, perusahaan ini diisukan terancam pailit. Terlebih setelah PT Nyonya Meneer digugat oleh PT Nata Meredia Investama (NMI) terkait bunga tinggi yang harus dibayarkannya.

Namun, kuasa hukum PT Nyonya Meneer menyatakan isu tersebut tidak benar. Bahkan, ia menyatakan jika gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dikabulkan Pengadilan Niaga Semarang pun belum tentu perusahaan terancam kehancuran.

“Masih jauh dari pailit. masih jauh. Nanti masih ada PKPU tetap selama 270 hari, ini kan baru 43 hari,” papar Maria seperti diwartakan Kompas.

Seperti diwartakan sejumlah media, PT Nyonya Meneer mengaku keberatan dan tidak mengakui sejumlah bunga yang dipatok PT NMI. Perusahaan ini berasumsi, bunga 2,6 persen per bulan hingga berjumlah 31,8 per tahun itu terbilang tinggi sehingga tidak bisa diterima mereka. Selain itu, PT Nyonya Meneer bersikukuh jika bunga tersebut tidak pantas diterapkan karena perjanjian yang disepakati terkait distributor.

“Bukan utang lo. Kalau distributor tidak ada bunga, kita tidak mau soal bunga. Kalau tiap bulan ada cicilan, perhitungannya tentu tidak besar,” lanjut Maria.

Hal lain yang disampaikan Maria, PT Nyonya Meneer menduga jika PT NMI yang merupakan distributor tunggalnya itu telah mengeluarkan cek kosong serta mengeluarkan bunga tinggi. Padahal, selama ini PT Nyonya Meneer telah banyak memberikan keuntungan.

“Kita itu memberikan keuntungan banyak pada dia (PT NMI). Tiap pengambilan barang, kami kenakan diskon 52,5 persen dan empat persen dari pengembalian (return) barang,” papar Maria kemudian.

Masih menurut Maria, utang yang diakui PT Nyonya Meneer sebanyak Rp 17,7 miliar. Sementara itu, PT NMI mengklaim utang perusahaan jamu tersebut mencapai Rp 89 miliar.

Tags:
author

Author: