Ramadan 2014: Cermati Pola Asupan Air dan Nutrisi Sehat ketika Berpuasa

makanan sehat ramadan

Pewartaekbis — Bulan Ramadan segera tiba. Sebagian besar warga Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa, menahan tidak makan dan tidak minum selama kurang lebih 12 jam. Tentu saja terjadi perubahan pola makan dan minum bagi mereka yang berpuasa.

Mengingat jadwal waktu minum yang berubah dari berbuka sampai sahur, diperlukan cara untuk mengatur jadwal minum air putih ketika berpuasa supaya tubuh tidak mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) dan tetap fit melakukan aktifitas.,

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG),  Saptawati Bardosono, mengatakan tubuh kehilangan air sebanyak dua liter, sehingga  cairan itu juga harus diganti dengan cara minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas per hari.  Setiap hari, kata ahli gizi ini, bila tak diwaspadai tubuh bisa kekurangan asupan air dan nutrisi yang dibutuhkan, sehingga rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Saptawati juga mengingatkan, bahwa jumlah konsumsi air putih tidak dapat digantikan dengan jenis minuman lain yang biasanya meningkat selama bulan Ramadan.

Pola mengaturan minum air putih yang ideal, imbuhnya, adalah 8 gelas per hari  dengan pola 2+4+2. Maksudnya 2 gelas minum air putih waktu berbuka, 4 gelas minum air putih waktu makan malam sampai menjelang tidur dan 2 gelas waktu sahur.

“Saat ini banyak yang berpendapat bahwa sangat sulit menerapkan pola hidup sehat selama berpuasa, anggapan itu kurang tepat, “. Jika kita memahami serta mau menerapkan  pola sederhana untuk tetap  mengkonsumsi air putih 8 gelas setiap hari dengan pola Aqua 2+4+2, niscahya tubuh dapat tetap sehat.

Hal senada juga disampaikan dokter  Pradono Handojo dalam diskusi kesehatan Aqua  2+4+2: Puasa Sehat Bersama Aqua, Rabu (25/6/2014). “Minumlah 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur,” katanya

Dengan pola 2+4+2, katanya,  jumlah air putih yang masuk dapat diatur secara proporsional.  Angka 4 gelas bukan berarti minum 4 gelas secara sekaligus, namun dibagi pada saat sebelum, saat, dan setelah makan malam hingga menjelang tidur.

Pradono di sela-sela diskusi juga mnegingatkan, minum dalam jumlah banyak secara sekaligus  juga tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan pengenceran darah dan menyebabkan kondisi hiponatremia (kadar natrium dalam darah turun dari normal).

“Itu tidak baik bagi kesehatan” katanya.

Untuk memastikan kecukupan asupan air dalam tubuh, dalam rilisnya,  lakukan pengecekan warna urin secara rutin untuk mengetahui status hidrasi selama bulan Ramadan.

Lewat metode pemeriksaan urin sendiri (PURI),dapat diketahui apakah tubuh sudah terhidrasi dengan baik atau membutuhkan tambahan cairan dengan cara  membandingkan warna urin dengan warna grafik pada stiker PURI.

Oleh sebab itulah,  perlu mengatur jumlah air minum per gelas yang aman dikonsumsi selama waktu berbuka hingga sahur.

 

Tags: