Ratusan Opang Demo “Anti Go-Jek” di Bandung

ojek

Bandung~ Halaman Balai Kota Bandung siang tadi (26/10) didatangi ratusan tukang ojek pangkalan. Mereka yang tergabung dalam Persatuan Arda Bandung (PAD) menuntut pemerintah menghapuskan ojek berbasis aplikasi.

“Sekarang pendapatan kami menurun. Sehari paling cuma dapat uang Rp 10.000 sejak adanya Go-Jek,” demikian kata salah seorang tukang ojek yang mangkal di sekitar Al Islam Bandung, Suryana.

Suryana juga memandang jika ada rasa tidak adil bagi para tukang ojek pangkalan. Salah satunya adalah kecilnya modal yang dibutuhkan untuk menjadi rider ojek online.

“Kami beli kartu anggota itu mahal. Bisa Rp 15 juta,” lanjutnya.

Tukang ojek lain yang mengaku bernama Bejo menjelaskan jia aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah yang tidak bisa menangani konflik antara ojek pangkalan dan ojek aplikasi. Menurutnya, sudah seharusnya pihak Go-Jek mengajak tukang ojek pangkalan untuk bekerja sama.

“Seharusnya dirangkul, kebanyakan kan warga yang punya profesi yang masuk, sedangkan eksisting dibiarkan. Katanya akan dirangkul, tapi buktinya mana,” kata Bejo.

Dengan tegas, ia menyampaikan tuntutan agar perusahaan Go-Jek di Bandung ditutup. Dengan demikian, perselisihan di lapangan dapat dihindari. Ia juga menolak wacana Wali Kota Bandung yang akan membagikan aplikasi mirip dengan Go-Jek.

“Di pangkalan enggak semuanya bisa pakai gadget, apalagi yang umurnya tua,” tandasnya seperti diwartakan Kompas

Tags:
author

Author: