“Realitas yang unik seperti ini barangkali hanya terjadi di Indonesia,”

42 Dokter Tangani Tes Kesehatan Pasangan Capres

42 Dokter Tangani Tes Kesehatan Pasangan Capres

Pewartaekbis~ Jejaring sosial sering dimanfaatkan oleh pemimpin daerah untuk menyampaikan gagasannya. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo. Melalui akun Twitter, orang nomor satu di Indonesia ini mengucapkan selamat hari perempuan sedunia.

“Selamat Hari Perempuan Sedunia. Hentikan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan-Jkw”. cuit presiden.

Meskipun pendek, tulisan tersebut mendapat apresiasi dari Ketum Forum Bidan Desa PTT Indonesia Lilik Dian Eka.  Menurutnya, bidan desa selama ini masih mengalami diskriminasi.

“Sampai saat ini bidan desa PTT masih mendapatkan perlakuan diskriminatif dan mengandung unsur kekerasan,” kata Lilik Dian Eka kepada JPNN.

Hak cuti melahirkan bidan desa PTT misalnya, disebutkannya hanya 40 hari kerja. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 7 Tahun 2013. Putusan tersebut diperparah dengan kenyataan di lapangan. Mereka harus sesegera menjalankan tugas kembali dalam waktu dua minggu pascapersalinan.

“Ini artinya, negara tak menjamin perlindungan hak kesehatan reproduksi yang jelas. Dalam aturan lainnya, UU No. 13 Tahun 2003, menyebutkan hak cuti melahirkan bagi perempuan pekerja selama tiga bulan,” imbuhnya.

Pengelompokkan hak cuti melahirkan di Indonesia dikatakan Lilik terburuk sedunia.‎ Perlindungan hak kesehatan reproduksi bagi pasien yang kerap ditemui bidan desa PTT juga masih sangat lemah. Contohnya, sebagian perempuan yang bekerja dan saat hamil justru disuruh mengundurkan diri serta di-PHK sepihak oleh perusahaan.

“Realitas yang unik seperti ini barangkali hanya terjadi di Indonesia,” tandasnya seperti diwartakan JPNN.

author

Author: