Rencana Kenaikan Gas Elpiji 3 Kg, Akhirnya Dibatalkan

lpg

Jakarta- Sebelumnya, harga gas elpiji 12 kg mengalami kenaikan harga. Para pengguna mulai beralih dari gas elpiji 12 kg ke 3 kg. Sehingga, PT Pertamina (Persero) mengusulkan kepada pemerintah agar harga elpiji 3 kg naik Rp 3.000/tabung.

Namun, setelah melalui beberapa pertimbangan rencana kenaikan harga tersebut dibatalkan. Mengingat, beban yang ditanggung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Dimana, saat ini gas elpiji sudah hampir menjadi salah satu daftar kebutuhan pokok masyarakat.

Sebagaimana disampaikan, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, pemerintah akhirnya memilih untuk menaikkan subsidi untuk gas melon tersebut menjadi Rp 35 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 daripada menaikkan harga gas elpiji 3 kg.

Bambang menjelaskan, sebelumnya pemerintah berencana mengurangi subsidi untuk gas rumah tangga tersebut menjadi Rp 28 triliun. Akan tetapi pihaknya mengaku subsidi tersebut tidak mencukupi, mengingat konsumsi gas melon melonjak. Jadi, pemerintah menambah subsidi elpiji dari yang awalnya diajukan sekitar Rp 25-28 triliun menjadi sekitar Rp 35 triliun.

Dengan adanya penambahan subsidi elpiji 3 kg tersebut ditambah besaran subsidi elpiji, berarti harga produksi elpiji akan naik, dari awalnya Harga Indeks Pasar (HIP) elpiji 3 kg + US$ 68,64/metrik ton + 1,88% HIP + Rp 1.750/kg.

Nantinya harga patokan atau produksinya menjadi HIP elpiji kg + US$ 77,70/MT + 2,99% HIP + Rp 2.301/kg. Jadi nanti subsidi elpiji naik, awalnya Rp 7.800/kg menjadi Rp 8.400-8.600/kg, atau tambah sekitar Rp 800/kg. Atau dengan volume 5,766 juta MT. Selain itu, penambahan subsidi untuk gas melon ini pun didukung oleh kelonggaran fiskal dari penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

Tags:
author

Author: