Rencana Reklamasi Laut China Selatan, Ternyata Untuk Pertahanan Militer

china

BEIJING–- Dalam Konferensi pers Kamis 9 April 2015, China akhirnya mengungkapkan rencana rinci tentang pembangunan sejumlah pulau yang dikonflikkan di Laut China Selatan. Negara tirai bambu ini mengungkapkan bahwa pembangunan kepulauan Spratly tersebut dilakukan untuk meningkatkan pertahanan militer. Tetapi China juga meyakinkan fasilitas itu akan digunakan untuk layanan sipil bagi negara-negara tetangga.

Dalam hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying mengatakan upaya pembangunan di kepulauan Spratly, merupakan salah satu yang terbesar di Laut China Selatan. Pembangunan reklamasi pulau ini juga akan membantu mengatasi risiko topan di daerah yang sering dikunjungi oleh kapal, dan memberikan bantuan dan jasa ke negara-negara tetangga.

“Kami sedang membangun tempat penampungan, bantuan untuk navigasi, pencarian dan penyelamatan serta jasa laut meteorologi meramalkan, layanan perikanan dan pelayanan administrasi lainnya sehingga dapat memberikan layanan yang diperlukan ke China, negara-negara tetangga dan pembuluh individu berlayar Laut Cina Selatan,” kata Hua.

Selain itu, Cina juga telah mengklaim sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan yang kaya potensi energi. Sumber uang melalui perdagangan di daerah tersebut sekitar 5 triliun dolar AS per tahun.

Dalam hal rencana reklamasi pulau ini, menurut Hua, Cina telah meminta Amerika Serikat untuk tidak turut campur dan memihak negara-negara di sekitar daerah tersebut. Sebelumnya, Cina menolak untuk berpartisipasi dalam kasus arbitrase internasioanl yang telah diajukan Filipina di Den Haag atas wilayah Laut Cina Selatan yang diperebutkan. Namun, Hua mengatakan pihaknya telah bersedia melakukan pembahasan masalah dengan negara-negara yang terlibat dalam sengketa.

Tags:
author

Author: