Retifikasi FCTC, Jaga Generasi Muda Dari Bahaya Rokok

ftc

Jakarta- Sebanyak 90 juta orang dari 250 juta orang di Indonesia adalah perokok, menempati posisi ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Hal ini menunjukkan prevalensi merokok penduduk Indonesia naik dari 27 % di tahun1995 menjadi 36,3% di tahun 2013.

Sedangkan, prevalensi perokok pemula usia 10-14 tahun naik dua kali lipat dari menjadi 18 persen di tahun 2013 dari 9,5% pada tahun 2001. Memang, anak-anak dan remaja paling berpotensi menjadi perokok pemula. Sepertiga dari siswa sekolah mencoba mengisap rokok pertama kali sebelum usia 10 tahun.

Jika dilhat dari data data yang dipaparkan Lentera Anak Indonesia, Pada tahun 2001, sebanyak 9,5 persen anak-anak usia 10-14 tahun merokok. Jumlah ini meningkat pada 2010 menjadi 17,5 persen. Kemudian untuk perokok usia 14-19 tahun juga meningkat dari 12,7 persen tahun 2001 menjadi 20,3 persen pada 2010.

Melihat kondisi memprihatinkan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali didesak untuk segera meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Kerangka Kerja Pengendalian Produk Tembakau. Ratifikasi FCTC untuk melindungi anak-anak dari bahaya rokok. Dimana dalam FCTC tersebut, aka nada peraturan terkait perlindungan anak dari paparan asap tembakau.

Selain itu, dalam ratifikasi FCTC juga akan ada peraturan mengenai iklan rokok, hal ini untuk mencegah bertambahnya perokok pemula dari usia anak-anak. Dengan adanya ratifikasi FCTC ini, diharapakan anak-anak dan remaja yang merupakan generasi produktif masa mendatang tidak terkena bahaya rokok. Karena, rokok mengandung 7000 bahan kimia dan 70 diantaranya bisa menyebabkan kanker.

Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia, Hery Chariansyah mengatakan, desakan tersebut juga datang dari badan dunia Unicef dan WHO agar Indonesia menjadi negara ke 178 yang akan mengaksesi FCTC. Hal ini dikarenakan, SBY dinilai masih memiliki waktu untuk meratifikasi FCTC sebelum masa jabatannya berakhir. Dan disamping itu, Indonesia merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia yang belum meratifikasi FCTC.

Berdasarkan informasi data global adult tobacco survey (GATS) dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, saat ini perokok di Indonesia mencapai 61,4 juta jiwa. Perokok tersebut terdiri dari 67,4% laki-laki dewasa dan perempuan 4,5 persen.

Tags:
author

Author: