Ribuan Buruh Akan Mogok Nasional Selama 3 Hari

Ribuan buruh berunjuk rasa damai di SGBK

Pewartaekbis~ Selain unjuk rasa, beberapa serikat buruh akan menyelenggarakan mogok nasional dalam rangka menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Aksi tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari 18-20 November 2015. Lima juta buruh yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dikabarkan akan berpartisipasi dalam aksi ini, seperti di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Lampung, Bali, dan Makassar.

Dijelaskan oleh Presiden KSPI, Said Iqbal, mogok nasional merupakan wujud protes keras atas ketentuan pemerintah yang menetapkan formula kenaikan upah sistem baru. Pasalnya, serikat buruh menganggap kenaikan UMP bisa lebih tinggi.

“Jadi kenapa harus buruh yang dikorbankan dengan kembali ke rezim upah murah?” kata Said dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Ia juga menyatakan jika buruh juga membutuhkan upah yang layak untuk melanjutkan hidup di saat semua komoditas harganya terus melambung.

“Karena yang dibutuhkan bukan hanya kepastian kenaikan upah, tapi kesejahteraan upah layak dengan negosiasi tripartit di Dewan Pengupahan,” pungkasnya seperti diwartakan JPNN.

Terdapat empat poin yang menjadi tuntutan buruh untuk melakukan aksi mogok nasional.

  • Dicabutnya PP Nomor 78/2015 tentang Pengupahan,
  • Menolak formula kenaikan upah minimum, yakni inflasi ditambah produk domestik bruto (PDB),
  • Menuntut kenaikan upah minimum 2016 berkisar Rp 500 ribuan (kenaikan 25 persen),
  • Berlakukan upah minimum sektoral di seluruh kabupaten/kota dan provinsi dengan besaran kenaikan sebesar 10-25 persen dari UMP/UMK 2016.
Tags:
author

Author: