Ribuan Rakyat Brasil Protes Penyelenggaraan Piala Dunia, Ada Apa?

world cup protest

Ribuan warga Brasil berunjuk rasa menentang penyelenggaraan Piala Dunia 2014

Pewartaekbis.com, Brasil — Tak kurang dari 5000 orang warga Brasil melakukan unjuk rasa di jalan-jalan kota Sao Paulo dan mengakibatkan kemacetan lalu-lintas. Para pengunjuk merupakan kelompok Gerakan Pekerja Tuna Wisma yang mengecam  tingginya biaya untuk penyelenggaraan Piala Dunia, padahal mereka menilai pemerintah masih kurang menyediakan perumahan dan fasilitas sektor umum yang baik.

Puluhan polisi tampak berjaga-jaga selama berlangsungnya unjuk rasa yang mengakibatkan sejumlah kantor dan toko ditutup lebih awal itu.    Polisi mengatakan sekitar 5.000 orang ikut serta dalam unjuk rasa pada Kamis malam waktu setempat (23/05) ini.

Meskipun hujan, Gerakan Pekerja Tunawisma mengatakan bahwa unjuk rasa itu merupakan salah satu yang terbesar dalam gelombang protes dalam minggu-minggu terakhir ini menjelang Piala Dunia yang akan dimulai pada 12 Juni. Sebelumnya, tepatnya sepekan yang lalu, ribuan anggota gerakan tunawisma membakar ban mobil dan berpawai ke Corinthians Arena, stadion Piala Dunia di Sao Paulo sebagai protes atas tingginya anggaran turnamen sepak bola dunia yang menghabiskan dana 11 miliar dollar AS itu.

“Kami berada di sini untuk memprotes Piala Dunia, menentang besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk Piala Dunia sementara kami tidak punya rumah atau fasilitas kesehatan atau yang lain,” kata Luiz Giovani, seperti dilansir AFP.

Legenda sepak bola Brasil, Pele, mengatakan demonstrasi ini dapat mempengaruhi penyelenggaraan turnamen bola  tersebut.

Polisi Minta Naik Gaji

Lain lagi, ternyata aksi protes juga dilakukan oleh  polisi, guru dan penjaga keamanan bank. Mereka mengancam akan melakukan pemogokan dalam beberapa minggu terakhir.

Seperti diberitakan BBC,  pada Selasa 20/3 ribuan personil kepolisian Brazil di 14 wilayah Brazil mogok kerja sehari tersebut. Tuntutan mereka adalah adanya kenaikan gaji menjelang Piala Dunia mendatang. Para polisi itu menilai penyelenggaraan piala dunia akan meningkatkan risiko keselamatan dari pekerjaan mereka sebagai penjaga keamanan.

Para polisi sipil yang bertanggung jawab terhadap keamanan warga itu  meminta kenaikan gaji sebesar 80 persen. Sementara polisi militer yang melakukan patroli di jalanan dan polisi federal yang menjaga keamanan perbatasan dan bandara ternyata  juga mengeluhkan ketidaksesuaian antara risiko kerja mereka dengan pendapatan yang selama ini didapatkan.

Perlu dicatat bahwa Piala Dunia akan mengerahkan sekitar 20 ribu orang pasukan keamanan termasuk polisi dan tentara selama penyelenggaraan. Pengerahan pasukan ini dilakukan juga karena peningkatan kekerasan di daerah Rio dalam beberapa bulan terakhir

Pihak penyelenggara masih tenang menghadapi aksi tersebut, karena  tidak ada sinyalemen para polisi akan melakukan aksi mogok  hingga akhir Piala Dunia.

”Masih aman terkendali di Rio de Janeiro, jikalau mencuat pun kami sudah siap-siap,” kata Sekretaris Acara Besar Brazil Roberto Alzir dikutip BBC.
.

Tags:
author

Author: