Rupiah Terus Melemah, 100 Produsen Tempe di Temanggung ‘Libur’

tempe

Temanggung~ Tidak hanya industri besar, industri kecil yang memproduksi tahu tempe pun terkena imbas dari melemahnya rupiah. Di Temanggung, Jawa Tengah, ada 100 pengrajin tempe yang menyatakan tidak memproduksi makanan khas Indonesia ini lahi. Alasannya, harga kedelai melambung tinggi.

Dijelaskan oleh Ketua Kopti Temanggung, Sunaryo, industri tahu dan tempe tergantung pada kedelai impor dari Amerika Serikat. Oleh karena itu, melemahnya nilai rupiah terhadap Dolar AS membuat harga kedelai juga naik.

“Lebih dari 100 anggota Kopti Temanggung yang kebanyakan perajin tempe sudah tidak berproduksi lagi. Bagaimana usaha bisa jalan, kami membeli kedelai dengan harga standar dolar, tetapi hasil produksi dijual dengan rupiah yang melemah, tentu kami mengalami kerugian,” terangnya.

Sebelum kurs satu dolar AS tembus Rp14.000, perajin tempe dan tahu memeroleh kedelai dengan harga Rp8.000 per kilogram.  Nah, harga tersebut saat ini terus naik. Padahal, per hari ada perajin yang butuh hingga satu kuintal kedelai per hari.

“Sekarang saya berhenti memproduksi tempe, menunggu harga kedelai turun,” imbuhnya.

Tags:
author

Author: