Sambut Bulan Muharram, Desa ini Sukses Menggelar Beragam Kegiatan

ilustrasi

Pemalang~ Umat islam di penjuru Indonesia sedang melaksanakan perayaan muharram. Tak terkecuali di Desa Rowosari, Kecamatan Ulujami, kab Pemalang. Berlokasi di masjid Baiturrahman, masyarakat setempat mengadakan acara khitan massal, pawai muharram, donor darah, dan juga nikah massal. Acara tersebut dilaksanakan pada siang hari. Kemudian, di malam harinya diisi dengan santunan anak yatim dan pengajian umum yang diisi oleh KH. Saiful Bahri dari Pekalongan.

Acara tersebut digagas oleh Panitia Gebyar Muharram Masjid Baiturrahman, Ulujami, Kab Pemalang dengan bekerjasama dengan IRMABAR (ikatan pemuda-pemudi masjid Baiturrahman), MWC NU Ulujami, Ranting NU Rowosari, Fatayat, dan Muslimat.

Dalam tausiahnya, KH. Saiful Bahri Mengajak dan mengarahkan kepada jamaah yang hadir untuk muhasabah (introspeksi) atas apa yang telah diperbuat setahun yang lalu. Muharram sebagai momentum awal tahun baru Islam dijadikannya sebagai acuan dan standar apakah hidup yang kita kerjakan ini lebih baik dari sebelumya, atau justru sama bahkan lebih buruk dari sebelumnya.

Beliau mengambil contoh ibadah haji, seorang haji yang mabrur adalah seorang yang amaliyahnya jauh lebih baik dari sebelum ia pergi haji, bukan hanya dilihat dari ibadah dengan Allah SWT saja.

“Belaiu menambahkan, amaliyah Nabi Ibrohim Alaihissalam yang kemudian menjadi perantara dikaruniainya anak yang soleh tidak terlepas dari amaliyah ibadah sosialnya, yaitu tidak menyakiti orang lain. ia dicaci, dicela bahkan dibakar oleh kaumnya namun tidak membalas dengan menyakiti orang yang melukainya.” ungkap salah satu panitia melalui keterangan tertulis.

Malam itu, KH. Saiful Bahri juga menarasikan kisah Nabi Muhammad SAW yang ketika itu berdakwah ke Thaif. Rosululloh SAW tidak diterima oleh masyarakat Thaif, bahkan beliau dilempari batu, diusir hingga akhirnya beliau berteduh disuatu pohon yang rindang, tapi beliau tidak membalas dengan manyakiti, beliau pemaaf, beliau berjiwa besar, justru beliau berlapang dada seraya berkata : “ Barang siapa mentaatiku, maka sugguh ia termasuk golonganku, dan barang siapa yang tidak mentaatiku sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

KH Saiful Bahri juga mengungkapkan tentang empat jenis persaudaraan, yaitu Ukhuwwah Nahdhiyyah (persaudaraan sesama anggota Nahdlatul Ulama), Ukhuwwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwwah Wathoniyah (persaudaraan sebangsa, setanah air), dan Ukhuwwah Basyariyah (persaudarann sesama manusia).

Tags:
author

Author: