Sambut Idul Adha, Banser Kecamatan Delanggu Adakan Sosialisasi Pengelolaan Hewan Qurban

banser

Klaten –  Beragam acara dibuat umat Islam untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Di Klaten misalnya, PAC GP ANSOR Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten menyelenggarakan acara berjudul “Sosialisasi Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Secara Syar’i” (06/09).

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Yatim NU Al-Uswah Delanggu. Tidak kurang dari  70 perwakilan Takmir Masjid dan Jagal hewan qurban di wilayah Kecamatan Delanggu hadir dalam acara tersebut. Adapun materi disampaikan oleh Drs KH Wahib Adib, M.Pd.I dari Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Drs Agus Jaka Sriyana dari Subdin Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, serta Ustadz H. Basyaril Mahmud, S.H. praktisi Jagal Kecamatan Delanggu.

 “Kami menyelenggarakan acara ini berangkat dari pemikiran bahwa praktik pengelolaan hewan qurban di masyarakat khususnya di wilayah Delanggu masih banyak yang kurang tepat, sebagai contoh dalam menyembelih hewan qurban, hewan harus menghadap kiblat dengan posisi kepala berada di arah selatan, selama ini banyak yang kurang memperhatikan hal ini.” kata Affandi, S.Pd.I, selaku ketua panitia.

Affandi juga berharap, acara yang diselenggarakan tersebut bermanfaat untyk hadirin.

“Harapan kami semoga dengan acara ini para jagal dan perwakilan takmir masjid se-kecamatan Delanggu yang hadir pada malam hari ini dapat mempraktikkan dan menyampaikan aturan-aturan pengelolaan hewan qurban sesuai syariat Islam kepada masyarakat atau jamaah di desanya masing-masing.” imbuh Affandi.

Narasumber pertama, KH Drs. Wahib Adib, M.Pd.I,  menyampaikan tentang pengelolaan Qurban menurut Jumhur Ulama (pendapat mayoritas Ulama), termasuk didalamnya hukum dan syaratnya.  Sementara itu, narasumber kedua Drs. Agus Jaka Sriyana menyampaikan pentingnya mengelola hewan qurban dengan pedoman ASUH yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

“Beliau juga mengingatkan para panitia hewan kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik hitam guna membungkus daging hewan kurban yang telah disembelih. Hal itu karena kantong plastik hitam dapat mencemarkan daging dengan zat berbahaya yang membuat kondisi daging tak lagi sehat.” sebut salah satu peserta seperti diwartakan laman resmi NU Klaten.

 Sementara itu, narasumber terakhir, Ustadz H. Basyaril Mahmud, S.H. mempraktikkan beberapa metode yang umum digunakan untuk merobohkan sapi secara cepat dan tepat.

Tags:
author

Author: