Sanksi Impor Rusia Berbuntut Dibuangnya Berton-ton Buah dan Sayuran Sia-sia

sanksi impor rusia

Pewartaekbis, Amsterdam — Ternyata sanksi ekonomi yang ditimpakan Amerika Serikat dan Uni Eropa pada Rusia membawa dampak buruk, tidak hanya bagi domestik Rusia sendiri, tetapi juga bagi para petani Belanda.

Sebelumnya diketahui, Uni Eropa dan Washington memberlakukan sanksi menyusul ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 17 Juli, yang diduga dilakukan oleh pemberontak pro-Rusia di wilayah timur Ukraina.

Sejatinya insiden tersebut sangat membuat sedih Belanda, sebab dua pertiga dari 298 korban merupakan warga negara Belanda.

Sanksi tersebut meberi dampak dibanjirinya pasar-pasar Eropa dengan produk berharga murah, yang sebelumnya juga mengalami penekanan akibat panen musim panas.

Para petani di Belanda memilih membuang berton-ton buah dan sayuran sepertiĀ  tomat, pir dan apel pada Rabu (27/8/2014) setelah mereka mendaftar untuk mendapatkan kompensasi atas anjloknya harga akibat sanksi Rusia terhadap impor pangan dari Barat.

Sekitar 45 petani besar mendaftar untuk kompensasi Uni Eropa dengan Netherlands Enterprise Agency yang mengkoordinasi program Belanda, yang menyatakan dua opsi yaitu kelebihan pasokan dari petani bisa disumbangkan untuk amal atau dihancurkan.

Belanda, eksportir terbesar dunia untuk produk-produk pertanian, setiap tahunnya menjual sayur-sayuran, buah dan produk-produk makanan senilai ratusan juta euro ke Rusia.

Dampak dari sangsi Uni Eropa dan Washington yang melarang impor Rusia membuat sektor pertanian Belanda akan merugi sekitar 300 juta euro tahun ini, mengingat 10 persen dari ekspor sayur, buah dan daging Belanda ditujukan ke Rusia. Demikian kantor statistik Belanda memperkirakan.

Dilansir dari ABCNews Rabu kemarin merupakan hari pertama bagi petani Belanda untuk mendaftar dalam program kompensasi, dan produk mereka bisa dihancurkan atau disumbangkan ke Bank Makanan.

“Sebagian besar produk itu dibawa ke pabrik penghancur, daripada disalurkan ke Bank Makanan,” kata Michel van der Maas, jurubicara Netherlands Enterprise Agency.

“Tidak banyak produsen yang tertarik untuk menyumbangkannya ke badan amal yang memasok makanan bagi 35 ribu warga Belanda yang membutuhkan.” imbunya lagi.

Tags:
author

Author: