Sebab Kematian Terduga Teroris ‘Siyono’ versi Polri

polri

Jakarta~ Nama terduga teroris Siyono terus menjadi buah bibir. Sejumlah organisasi masyarakat menuding Densus 88 Antiteror sengaja membunuhnya. Namun, Polri tidak bergeming. Polri tetap pada hasil autopsinya bahwa Siyono tewas setelah baku hantam dengan salah satu anggota Densus, pasca-penangkapan 8 Maret silam.

Dijelaskan oleh Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapudokkes) Polri, Brigjen Arthur Tampi, Siyono meninggal karena pendarahan dalam rongga kepala. Pendarahan tersebut diduga terjadi setelah terbentur benda keras saat berduel dengan Densus 88 dalam mobil.

“Dalam pemeriksaan CT scan ada pendarahan di kepala bagian belakang karena benturan keras. Kami mau tunjukkan ini (nunjuk gambar) dari pendarahan dalam rongga kepala, ini menyebabkan orang meninggal dunia,” imbuh Arthur di Divisi Humas Mabes Polri  (5/4).

Meskipun pendarahan dalam rongga kepala Siyono tidak terlihat, dampak pendarahan tersebut sangat berbahaya.

“Selain di kepala, ada fakta luka di bagian dada, cedera tidak nampak tapi itu menyebabkan penurunan ketahanan tubuh hingga mengakibatkan terjadinya hal yang fatal,” sebutnya kemudian seperti diwartakan merdeka.com.

Tags:
author

Author: