Sebelas Terpidana Mati Akan Mendapat Pengamanan Ekstra

penembakan polisi papua

Jawa Tengah~ Sepertinya ekskusi bagi sebelas terpidana mati tinggal menunggu hari. Setelah grasi yang mereka ajukan ditolak Presiden Jokowi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pun langsung memberikan pengamanan khusus, terutama mereka yang upaya hukumnya sudah usai.

“Setelah ada berita keluar [terkait terpidana mati yang grasinya ditolak Presiden], kami harus sudah mulai memberikan pengamanan khusus bagi terpidana mati yang sudah habis upaya hukumnya,” ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin seperti diwartakan Solo Pos.

Yuspahruddin mengatakan, pihaknya akan segera mengisolasi orang-orang tersebut setelah Kejaksaan Agung mengumumkan nama-nama terpidana mati yang akan dieksekusi.

“Sekarang belum ada nama-nama itu. Jadi, kami baru pengamanan secara umum tapi khusus yang terpidana mati memang kita perhatikan,” lanjutnya.

Seperti diwartakan beberapa media, terpidana mati yang grasinya ditolak Presiden Jokowi ialah Syofial alias Iyen bin Azwar (warga negara Indonesia), Harun bin Ajis (WNI), dan Sargawi alias Ali bin Sanusi (WNI), Zainal Abidin (WNI), Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia), Serge Areski Atlaoui (WN Prancis), Martin Anderson alias Belo (WN Ghana), Raheem Agbaje Salami (WN Cordova), Rodrigo Gularte (WN Brasil). dan Andrew Chan (WN Australia).

Kasus yang menimpa kesebelas orang di atas beragam, mulai dari pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, hingga penyelundupan narkoba.

Tags:
author

Author: