Sekolah Wajib Diliburkan Jika Asap . . .

asap

Pewartaekbis~ Salah satu pihak yang sangat dirugikan dengan keberadaan asap pekat akibat kebakaran hutan ialah anak sekolah. Sebagian dari mereka bahkan terpaksa libur selama berhari-hari dengan alasan kesehatan.

Menanggapi permasalahan ini, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, memaparkan jika sekolah memang harus diliburkan dalam kondisi berbahaya.

“Jika pencemaran udara berada di titik membahayakan, sekolah akan tetap diliburkan dan siswa diberi tugas terstruktur,” sebutnya.

Melalui surat edaran yang dikeluarkan Kemendikbud hari ini, terdapat penjelasan tentang batas berbahaya. Tolak ukur berbahaya berdasarkan surat edaran tersebut dapatdilihat dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang di atas ambang batas berbahaya.

Sebagaimana diketahui, nilai ambang batas ISPU berbahaya untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar adalah 200 untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar/sederajat. Sementara itu, seluruh sekolah mesti diliburkan jika sudah mencapai 300.

 Melalui surat edaran dimaksud, sekolah diharapkan tetap memberikan tugas-tugas terstruktur yang mendorong siswa untuk tetap belajar dan melakukan kegiatan positif di rumah saat sekolah diliburkan.

“Siswa dapat bersekolah walaupun asap pekat, asalkan bersekolah di ruang yang bersih dari pencemaran, yaitu ber-AC, ventilasi tertutup, atau ada air purifier,” pungkasnya seperti diwartakan Kompas.

Tags:
author

Author: