Semakin Sedikit Semakin Besar Gangguan yang Di Alami

orang]

Jakarta –Usia yang semakin lanjut terkadang membuat seseorang tidur semakin sedikit. Berkurangnya jam tidur pada orang tua bisa jadi dipengaruhi oleh saraf.  Dimana dalam tubuh kita terdapat sekelompok saraf bernama nukleus bentrolateral preoptic. Kelompok saraf ini berfungsi mengatur pola tidur secara normal.

Dilansir dari Kompas.com, saraf nukleus bentrolateral preoptic ini perlahan ‘mati’ seiring bertambahnya usia. Jadi, semakin banyak sel yang tidak aktif karena penuaan,  maka akan semakin sulit seseorang untuk tidur.

Clifford Saper, M.D., Ph.D., ketua riset dan ketua ahli saraf di pusat kesehatan tersebut menjelaskan, dalam penelitiannya yang melibatkan 1.000 orang yang pernah mengikuti tes ingatan dan penuaan pada 1997, saat responden berusia 65 tahun dan masih sehat.

Saper mewajibkan peserta menggunakan perangkat menyerupai jam selama 7-10 hari, setiap dua tahun. Jam tersebut berfungsi untuk mencatat pergerakan mereka. Setelah meninggal, sebagian responden tersebut setuju untuk menyumbungkan otak mereka untuk penelitian.

Dalam pengujianya, Saper menguji 45 buah otak. Ia menemukan, semakin sedikit saraf yang dimiliki seseorang, semakin terganggu tidur orang tersebut.  Kesimpulannya, otak dengan jumlah saraf terbesar (sekitar 6.000) dimiliki orang yang tidur lebih lama dan tidak terganggu.

Hal ini sangat erat kaitanya dengan kematian karena penyakit Alzheimer. Dari penemuan ini diketahui, bahwa penderita Alzheimer kehilangan saraf-saraf ini dengan sangat cepat. Sebab, mereka yang paling sedikit sarafnya, paling terganggu tidurnya.

“Para penderita Alzheimer sering mengalami gangguan tidur, seperti tidur berjalan”, papar Saper.

Saper berharap, penemuan Alzheimer ini dapat menjadi kunci untuk mengetahui cara membuat penderitanya tetap dapat tenang di rumah dengan keluarga.

Tags:
author

Author: