Seputar Ibu Hamil dan Morning Sickness

ibu

Jakarta- Spesialis fertilitas dr Andrew Zuschmann menyebutkan, morning sickness di akhir-akhir masa kehamilan akan memengaruhi bayi. Hal ini dikarenakan, ketika si ibu dehidrasi dan tidak mendapat asupan gizi cukup sehingga bayi tidak mendapat gizi untuk pertumbuhannya. Diawal masa kehamilan morning sicknes adalah hal llumrah yang dialami calon ibu.

Dilansir dari Detik.com, dr Zuschmann mengatakan, Jika ibu muntah terlalu banyak dia berisiko mengalami dehidrasi dan malnutrisi. Untuk itu, ibu harus dimonitor dan diberi cairan intravena untuk menjaga asupan gizinya, dan bayinya.

Morning sickness di penghujung masa kehamilan bisa terjadi akibat perubahan tubuh yang terjadi di beberapa bulan akhir kehamilan.

Misalnya saja perut dan otot lambung meregang berlebihan hingga pencernaan melambat dan makanan mudah kembali ke kerongkongan, tekanan pada perut dari bayi yang makin besar, dan perubahan hormonal”, ungkap dr Zuschmann.

Terjadinya morning sickness di akhir masa kehamilan kemungkinan besar bisa terjadi dikarenakan ibu mengasup makanan yang sulit dicerna, dan makan dalam jumlah besar. Sehingga mengakibatkan masalah pada asam lambung.

“Gejala kondisi ini, ibu hamil merasa mual dan muntah lebih dari dua hari berturut-turut”, katanya.

Jika ada dalam kondisi ini, maka harus segera dilakukan pemeriksaan. Apalagi jika mual dan muntah disertai diare, pembengkakan di wajah, lengan, dan kaki, kram dan kontraksi berlanjut, sakit kepala, pandangan buram, demam tinggi, dan perdarahan, termasuk saat muntah.

“Mual muntah dengan gejala lain bisa menjadi tanda keracunan makanan, gangguan pencernaan, infeksi virus, pre-eklampsia, atau bahkan gejala persalinan. Untuk mengatasinya, bisa diberi obat anti mual atau antacid disertai obat morning sickness lainnya,” kata dr Zuschmann.

Tags:
author

Author: