Setelah 37 Tahun Berlalu, Kini Presiden Jokowi Mengulang Sejarah

lng

Aceh – Senin, 9 Maret 2015 Presiden Jokowi menyambangi Aceh dalam rangka meresmikan Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Arun, PT Perta Gas di lahan bekas PT Arun. Presiden ketujuh Indnesia, Joko Widodo melakukan tugas yang sama dengan yang dilakukan seniornya dulu, Soeharto 37 tahun yang lalu.

Pada 19 September 1978 silam, Presiden kedua Indonesia, Soeharto, datang ke Aceh. Ia mengunjungi Aceh untuk menekan sirine peresmian salah satu perusahaan gas raksasa pada masa itu. Sebelumnya, kilang LNG Arun dibangun setelah ditemukannya salah satu sumber gas terbesar di dunia sebesar 17 triliun kaki kubik pada 1971 oleh Mobil Oil Indonesia Inc. Mobil Oil yang sudah merger dengan Exxon dan berubah nama menjadi ExxonMobil merupakan mitra usaha Pertamina atas dasar kontrak bagi hasil.

Hari ini, Jokowi menekan tombol yang sama dengan Soeharto. Meskipun tidak sama persis dengan PT Arun LNG, namun PT Perta Gas tetap saja mengelola kekayaan alam milik Negara. Tergantung secercah harapan masyarakat Aceh yang sejahtera dengan hasil kekayaan alam dari tanah air dari tombol yang hari ini ditekan oleh Presiden Jokowi.

Sejak beroperasi, Arun berhasil mengapalkan gas LNG sebanyak 4.231 kali ke Korea Selatan dan Jepang. Jumlah gas dalam satu kapal mencapai 125 meter kubik dengan harga sekitar US$40 juta per kapalnya. Dan PT Arun melakukan pengapalan gas yang terakhir kali pada 15 September 2014 lalu, dengan Korea Selatan sebagai negara tujuan.

Tags:
author

Author: