Setelah Ditemui Habib Rizieq, Komisi III DPR Akan Panggil Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya

cpns mpr ri

Jakarta – Pimpinan Front Pembela Islam (FPl) Habib Rizieq Shihab melakukan audensi dengan Komisi III DPR RI. Hasil dari audensi, Komisi III DPR RI memanggil Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan bersamaan dengan jadwal rapat Komisi III DPR dengan Polri pada 31 Januari 2017.

“Pada 31 Januari kita rapat dengan Polri, usulan para anggota agar Kapolda Jabar dan Kapolda Metro akan dipanggil,” sebut Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Desmond Junaedi Mahesa (17/1).

Desmon juga menerangkan jika Komisi III akan mengadakan rapat apakah persoalan tersebut akan diambil alih oleh Panja Hukum. Menurutnya, persoalan yang disampaikan Rizieq perlu langkah serius untuk ditindaklanjuti.

“Karena ini cukup serius. Lalu hal-hal lain informasi yang disampaikan Habib Rizieq dan ulama yang berkaitan dengan apa yang harus disikapi soal persoalan hukum, yakni ada yang tidak benar dalam persoalan hukum, kalau tidak diperjuangkan akan mempermalukan komisi hukum,” lanjutnya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Daeng Muhammad, juga mengemukakan jika pemangilan tersebut diperlukan untuk mengkonfirmasi tindakan keduanya yang dipersoalkan oleh FPI.

“Perlu diklarifikasi petinggi Polri itu, kita perlu panggilan Kapolda Jabar dan Kapolda Metro untuk menjelaskan itu,” jelas Daeng.

Daeng juga mengungkapkan jika aparat kepolisian semestinya menjadi pengayom masyarakat, bukan sebaliknya. Ungkapan ini dikarenakan Kapolda Jabar diduga membiarkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) kepada anggota FPI.

“Gimana bisa menjadi pengayom. Kalau dia pembina dari ormas, makanya perlu klarifikasi kapolda maksud dan tujuan peristiwa di Bandung kemarin, seolah-olah ada pembiaran,” tegas Daeng speerti diwartakan republika.co.id.

Tags:
author

Author: