Siap-siap, 1 November Harga BBM Naik

Antrian kendaraan di salah satu SPBU Batam

Antrian kendaraan di salah satu SPBU Batam

Jakarta~ Presiden Jokowi dan wakil presiden Jusuf Kalla memang belum mengumumkan siapa yang akan menduduki posisi sebagai menteri di kabinernya. Namun, pasangan presiden nomor urut dua dalam bursa Capres 2014 tersebut telah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM pada 1 November 2014.

Berdasarkan salah satu sumber, BBM bersubsidi akan naik harga menjadi Rp9.500,-/ liter atau naik Rp3.000,- dari harga yang terakhir ditetapkan Presiden SBY.

“Ini seperti rencana semula, naik Rp 3.000 per liter,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Seiring dengan peningkatan harga BBM bersubsidi, pemerintah berencana memberikan bantuan kepada masyarakat yang tergolong miskin. Konon, ada 20.000.000 rakyat miskin yang akan mendapat dana bantuan dari pemerintah pusat.

Menyambut wacana kenaikan harga BBm bersubsidi, Pardomuan Sihombing menyatakan akan lebioh baik jika kenaikan hanya satu kali saja dan yang penting adalah adanya keseimbangan di pasar.

“Kenaikan harga BBM buat pelaku pasar modal bagus. Kenaikannya sekali, nggak usah ada kenaikan lagi. Yang penting ada keseimbangan di pasar. Kabinet dinantikan pasar harus cepat bekerja. Menteri harus cepat keluar, menteri juga harus yang sudah berpengalaman biar nggak usah belajar lagi,” ungkap Pardomuan Sihombing yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI).

Masih menurut Pardomuan Sihombing, kenaikan harga BBM sebesar Rp3.000,- per liter akan membawa dampak pada naikknya inflasi hingga 8%.

“Kalau November dinaikkan pasar akan turun dulu per 3 bulan-6 bulan. Tapi kalau BBM nggak dinaikkan, dolar bisa menuju Rp 13 ribuan, rupiah melemah. Ketika (dolar) Rp 13 ribu akan hantam inflasi,” lanjut Pardomuan.

Rate this article!
Tags:
author

Author: