SIDANG ISBAT RAMADAN 2014: Digelar Hari Jumat ini, Apakah Muhammadiyah Bersedia Kirim Utusan?

sidang isbat awal Ramadhan

Pewartaekbis — Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Ramadan 1435 H yang dimulai sore ini (27/06/14) pukul 16.30 WIB dan diumumkan setelah salat Maghrib.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin mengatakan pemerintah mengundang para tokoh agama, ulama, ahli astronomi, dan organisasi massa Islam untuk berkumpul dan menggelar sidang isbat bersama tahun ini.

“Sidang kami mulai sore, jam 16.30 WIB. Nanti pengumuman setelah Magrib sekitar pukul 19.00 atau 19.30 WIB,” katanya.

Dia menyebutkan kegiatan penentuan awal Ramadhan merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu dilakukan oleh Kementerian Agama.

Bagaimana dengan ormas kedua terbesar di Indonesia, Muhammadiyah? Seperti yang diketahui sebelumnya, pada sidang Isbat tahun 2013 lalu Muhammadiyah memalui Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudiin.

Ia menyatakan Muhammadiyah tidak akan mengikuti sidang Isbat apabila pelaksanaannya masih seperti “biasanya”, artinya pemerintah tidak mendengarkan aspirasi dari ormas yang berbeda pendapat dan sidang tersebut hanya merupakan formalitas saja.

“Selama ini rapat isbat itu rapat basa-basi, yang sudah ada keputusannya dan tidak mendengar aspirasi yang ada. Jadi hanya menentukan secara sepihak. Oleh karena itu tidak ada gunanya,” kata Din Syamsudin, seperti dilansir detik.com pada Kamis (19/07/2013).

Namun, seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.or.id,  Menteri agama yang baru telah mendatangi kantor PP Muhammadiyah dan bertemu Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin serta anggota PP Muhammadiyah lainnya.Dalam pertemuan itu, Menag mengajak kembali Muhammadiyah untuk ikut sidang isbat.

Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menyatakan bahwa Muhammadiyah akan ikut sidang (isbat) awal Ramadan 1435 H/2014 M yang akan digelar hari ini (27/6/2014) pukul 16.30 WIB  oleh Kementerian Agama RI bersama ormas-ormas Islam di Indonesia dengan 2 syarat.

Syarat pertama yang diajukan Muhammadiyah pada Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin yaitu Menag mampu bersikap adil ketika ada perbedaan pandangan terhadap pemerintah. “Tentunya Menag harus menghormati metode penghitungan hisab yang digunakan Muhammadiyah dan saat ini telah menjadi keputusan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah 1435 H”.

Sejauh ini Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 1435 H jatuh pada 28 Juni 2014.

Kedua, Muhammadiyah meminta agar sidang isbat tidak disiarkan secara terbuka, namun tertutup dan kemudian setelahnya Menag cukup konferensi pers terkait hasil sidang isbat.

“Menag  memenuhi syarat tersebut, Muhammadiyah rencananya akan mengirim utusannya ke sidang isbat tersebut,” tegas Yunahar.

Tags: