Sistem Mina Padi Indonesia juga Dilirik Laos dan Filipina

padi

Solo – Sudah menjadi rahasia umum jika sistem budi daya padi dan ikan sekaligus dalam satu lahan atau mina padi terus dikembangkan di bumo pertiwi. Maklumlah,  sistem ini bisa menambah penghasilan petani karena juga memproduksi ikan siap jual.

Seperti diwartakan Kompas, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah bekerja sama dengan organisasi  pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nation). Kerja sama ini dilakukan untuk mengembangkan mina padi pada sistem kluster dengan pola tanam padi jajar legowo. Hasilnya, ternyata bisa menambah penghasilan petani hingga 1.700 dollar atau setara Rp 22 juta (kurs Rp 13.000 per dollar AS) per hektar per musim tanam.

“Manfaat dari inovasi mina padi berbasis kluster antara lain resiko serangan hama sangat rendah,  nol pestisida,  penggunaan pupuk kimia berkurang signifikan, pendapatan yang lebih tinggi,” sebut Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di Solo, Jawa Tengah (28/9).

Keberhasilan Indonesia mengembangkan budi daya padi secara mina padi ternyata mengundang perhatian banyak negara. Stakeholder pertanian dan perikanan dari Laos dan Filipina bahkan mengaku sangat berminat dengan sistim tanam ini.

Tags:
author

Author: