Soal Hukuman Mati, Ini Tanggapan Presiden Jokowi saat ‘Digugat’ Inggris dan Brasil

nusakmbangan

Jakarta~ Berita soal dilaksanakannya eksekusi terhadap enam terpidana mati yang dilaksanakan dini hari tadi rupanya cukup menggemparkan dunia internasional. Bahkan, beberapa negara menyatakan reaksi kerasnya soal hukuman mati untuk enam terpidana mati dalam kasus narkoba.

Sebelum eksekusi dilaksanakan di Jawa Tengah, Nusakambangan dan Boyolali, Presiden Jokowi mengakui dirinya sempat menerima telepon dari penguasa Kerajaan Belanda, Raja Willem-Alexander. Mereka meminta agar keputusan eksekusi mati tak dilaksanakan, khususnya terhadap  Ang Kiem Soei (warga negara Belanda). Telepon serupa juga diperoleh dari Presiden Brasil, Dilma Rousseff. Presiden Brasil tersebut meminta agar pemerintah Indonesia tak menghukum mati Cardoso Moreira (Brasil).

Ditemui oleh TV One, Presiden Jokowi menyatakan jika ia menjawab permohonan dua negara tersebut dengan mengemukakan jika keputusan hukuman mati merupakan putusan pengadilan di Indonesia. Oleh karena itu, keputusan tersebut harus dihormati sebagai bagian dari kedaulatan negara.

 “Kita harus menghormati upaya negara lain yang dilakukan untuk warganya [yang bermasalah dengan hukum Indonesia], begitu pula dengan warga negara kita di negara lain. Kita harus menghormati apa yang jadi kedaulatan sebuah negara,” ungkap Presiden Jokowi.
Di lain kesempatan, Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan jika eksekusi hukuman mati terhadap enam terpidana kasus narkoba itu adalah upaya untuk menegakkan hukum.

“Hukum harus ditegakkan. Tugas jaksa melaksanakan eksekusi, melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” begitu kata sang Jaksa Agung.

Selain itu, Jaksa Agung sudah memerhatikan sisi kemanusiaan dengan berupaya memenuhi permintaan terakhir para terpidana.

“Semua hak diberikan, kita juga sudah memperhatikan sisi kemanusiaan dan menjunjung tinggi kemanusiaan termasuk memenuhi sepenuhnya semua permintaan terakhir” lanjut Prasetyo.

Tags:
author

Author: