Soal Tandatangan Bermaterai 6000 PHL, ini Penjelasan Tapem DKI Jakarta

monas

Jakarta~ Beberapa waktu lalu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono didatangi PHL Kecamatan Jatinegara. Kepadanya, mereka menerangkan jika sudah menandatangani surat perpanjangan kontrak. Akan tetapi, para PHL itu tiba-tiba tak diperpanjang kontraknya.

Dijelaskan oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) DKI Jakarta, Premi Lasari, dari penjelasan Wakil Kepala Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta Ali Maulana, surat yang ditandatangani bukanlah perjanjian perpanjangan kontrak. Surat dimaksud berisi gaji yang mereka harapkan.

“Saat wawancara mereka tanda tangan di atas materai, gaji mereka berapa, mereka menuntut berapa? Berapa yang mereka harapkan. Jadi bukan perpanjangan kontrak,” sebut Premi di Balai Kota, Jakarta Pusat (20/1).

Premi juga menerangkan jika hal itu adalah bagian dari tahapan tes yang harus dilakukan PHL. Ditegaskan Premi, PHL yang mengadu ke Sumarsono sama sekali belum menandatangani perjanjian perpanjangan kontrak.

“Waktu saya tanya, yang menghadapi langsung Wakil Kepala Dinas (lingkungan hidup). (Katanya) itu adalah salah satu rangkaian tahapan tes, kan ada tahapan tes, wawancara,” ungkapnya seperti dikutip dari Kompas.

Tags:
author

Author: