Status Waspada, Gubernur Ganjar Imbau Penduduk Sekitar Merapi dan Slamet Tenang.

Gunung Merapi dan Slamet meningkat statusnya menjadi waspada.

Gunung Merapi dan Slamet meningkat statusnya menjadi waspada.

Pewartaekbis.com, Jawa Tengah, — Pasca pengumuman Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, yang mengatakan  status gunung Slamet menjadi Siaga (level III) dan Gunung Merapi menjadi Waspada (level II), gubernur Jawa Tengah Gandjar Pranowo mengingatkan masyarakat agar tenang.

Ia meminta kepada warga yang berada di sekitar dua gunung di wilayah Jateng itu untuk tidak panik menghadapi ancaman musibah.

“Kami melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) akan menginformasikan terus menerus, bagaimana perkembangan aktivitas kedua gunung itu kepada masyarakat,” ujar Ganjar di Semarang, Kamis 1 Mei 2014.

Gubernur Gandjar juga memerintahkan seluruh jajarannya baik Pemprov Jateng maupun kabupaten/kota untuk bersiagamenanggulangi berbagai kemungkinan erupsi kedua kedua gunung yang berada di wilayahnya itu.

“Sejak tadi malam, saya perintahkan semua ‘stand by‘,” ujarnya.

Gandjar mengungkapkan saat ini masyarakat di sekitar Merapi dan Slamet telah terhitung siap dalam menghadapi kemungkinan ancaman musibah yang sewaktu-waktu muncul. Karena menurutnya pengalaman panjang selama ini  cukup membantu penanganan terhadap kebencanaan.

“Insya Allah, masyarakat di Gunung Merapi dan Gunung Slamet relatif lebih siap. Selain itu, kami sudah punya pengalaman yang bagus dalam penanganan,” kata dia.

Terkait dengan kerusakan akses jalan menuju posko pengungsian Merapi akibat seringnya dilewati truk galian C, tepatnya di Kabupaten Klaten dan Magelang, Ganjar berkilah bahwa untuk perbaikan akses jalan saat ini tidak bisa langsung dibenahi dalam waktu singkat.

Politisi PDIP ini menyentil kinerja Pemkab Magelang yang sebelumnya diberikan instruksi terkait perbaikan infrastruktur jalan yang sering dilewati truk galian C itu. Kelambanan pemkab memperbaiki kerusakan jalur evakuasi dapat berakibat meningkatnya potensi bahaya bagi masyarakat   yang sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi harus mengungsi.

“Saya pernah minta pengalihan jalur untuk mengangkut material galian yang menyebabkan kerusakan jalur evakuasi, tetapi kayaknya Pemkab Magelang agak lambat sehingga akan saya dorong lagi,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, seperti dilansir dari Vivanews, Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengatakan bahwa jalur evakuasi pengungsi di dua daerah terkait dengan ancaman erupsi Gunung Merapi, perlu segera diperbaiki karena saat ini dalam kondisi rusak yang dilewati truk galian C.

Gunung Merapi yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu 30 April 2014, pukul 10.00 WIB sudah 44 kali mengeluarkan letusan asap kelabu dengan tinggi satu kilometer. Selain itu, Merapi mengeluarkan 30 kali kali sinar api dan lontaran lava pijar setinggi 150-600 meter. Hal itu menyebabkan perubahan status dari normal ke waspada.

Tags:
author

Author: