Subsidi Listrik Akan Dipotong?

pln

JAKARTA – Subsidi listrik tahun 2016 mendatang direncanakan hanya sebesar Rp 40 triliun. Dimana subsidi murni tersebut sangat jelas perbedaannya dengan subsidi sebelumnya, yakni Rp 67 triliun. Tak hanya pengurangan jumlah nominalnya saja, namun area pesebarannya juga akan dikurangi. Hal ini dilakukan dalam rangka penghematan anggaran.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.


“Subsidi listrik akan dihemat karena banyak hal yang tidak sesuai targetnya,” kata Bambang Brodjonegoro usai menjelaskan tentang RAPBN 2016 di Jakarta, Jumat malam.

Bambang mengatakan, saat ini banyak subsidi listrik komsumsi rumah tangga sebesar 900 Kwh tidak tepat sasaran. Hal ini dikarenakan, subsidi listrik tersebut justru dimanfaatkan di perumahan, ruko-ruko serta apartemen yang rata-rata dihuni oleh orang mampu. Padahal, daya tersebut yang seharusnya dinikmati oleh orang-orang yang tidak mampu,

Meskipun adanya pemangkasan anggaran subsidi, aliran listrik juga akan diperluas ke daerah-daerah pelosok. Berdasarkan data yang telah ada, 37 juta rumah tangga di Indonesia sudah menggunakan aliran listrik bersubsidi. Jadi, rencana pemotongan biaya subsidi tidak akan mengurangi kualitas dari jangkauan listrik.

Dengan kata lain, Bambang mengatakan, subsidi ini sebenarnya tidak dipotong. Namun, lebih disesuaikan penyalurannya serta penggunaannya kepada masyarakat yang lebih tepat.

 

“Jika subsidi sudah tepat sasaran maka tidak ada lagi pemborosan anggaran karena bisa dimaksimalkan di sektor lain”, harap Bambang

Rate this article!
Tags:
author

Author: