Susu Dengan Laktosa Rendah Turunkan Risiko Patah Tulang dan Kematian

susu

Jakarta – Sebuah penelitian terbaru dari Swedia mendukung beberapa penelitian sebelumnya yang menyebutkan, bahwa minum susu tidak banyak membantu kekuatan tulang, bahkan dapat membahayakan kesehatan tulang.

Dilansir dari Kompas.com, hubungan manusia dengan konsumsi susu pasca-bayi adalah sesuatu yang relatif masih baru. Bahkan, duapertiga populasi manusia masih kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk memecah laktosa dalam susu. Hasilnya, beberapa dari mereka mengalami keluhan sakit perut ketika mengonsumsi susu terlalu banyak.

Tim peneliti Swedia meneliti pola makan dan kesehatan tulang 61.433 wanita dan 45.339 pria yang berumur antara 11 hingga 20 tahun.
Dari penelitian tersebut dikethui, wanita yang mengonsumsi susu dalam jumlah banyak tidak berhubungan dengan penurunan risiko patah tulang. Namun, hal yang mengejutkan dari penelitian ini adalah, wanita yang minum lebih dari tiga gelas susu sehari memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada wanita yang minum kurang dari satu gelas susu setiap harinya.

Hal tersebut juga berlaku bagi para pria, peneliti menemukan hasil yang sama bahkan dengan asosiasi yang lebih jelas antara konsumsi susu tingkat tinggi dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Selain penemuan mengejutkan tersebut, peneliti juga menemukan bahwa asupan produk susu fermentasi dengan kadar laktosa rendah, seperti keju dan yoghurt, dapat menurunkan risiko patah tulang dan kematian, terutama di kalangan kaum wanita.

Meski demikian, penulis studi ini mengimbaua, agar hasil penelitian ini harus ditafsirkan dengan hati-hati mengingat desain observasional penelitian kami. Sebab, penelitian ini hanya menunjukkan pola hubungan antara konsumsi susu dan peningkatan konsekuensi kesehatan dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Tags:
author

Author: