Tahukah Anda? Kenapa Pagi Terkadang Berkabut?

pagi

Pewartaekbis- Saat pagi hari terlukis dengan banyak gumpalan kabut, biasanya akan terjadi panas terik disiang harinya. Begitu juga sebaliknya, jika tak ada kabut sedikitpun maka ada kemungkinan akan datang hujan.

Dalam ilmu hidrologi dijelaskan, sebenarnya terjadinya kabut pagi dikarenakan, pecahnya awan-awan dan pecahan tersebut terpisah saat menjelang subuh. Sehingga, awan-awan tersebut jatuh dalam bentuk embun. Sebelum matahari terbit, embun tersebut akan membentuk seperti gumpalan kabut pagi. Saat matahari mulai terbit, maka kabut itu berangsur-ansur menghilang menghindari cahaya matahari. Saat itulah hari yang sangat cerah datang.

Namun sebaliknya, jika pagi tanpa kabut disebabkan karena dipagi itu cahaya matahari lebih cepat menyebar.  Karna cahaya matahari lebih cepat menyebar, maka disiang harinya evaporasi sudah mulai terbentuk apalagi di daerah yang banyak terdapat endapan airnya. Awan hitampun akan mulai berangsur-angsur terbentuk yang pada akhirnya akan terjadi hujan.  Di bawah ini ada beberapa jenis-jenis Kabut berdasarkan proses terbentuknya.
1. Kabut Radiasi (Radiation Fog). Terjadi bila udara lembab bersinggungan dengan permukaan tanah yang lebih dingin akibat radiasi bumi pada malam hari, sehingga timbul inversi suhu di lapisan dekat permukaan tanah.

2.  Kabut Adveksi (Advection Fog). Terjadi akibat adanya gerakan udara yang panas dan lembab keatas permukaan yang ingin.

3.  Kabut Uap (steam fog). Terjadi karena adanya penguapan yang kuat dari permukaan air panas yang bercampur kedalam udara yang lebih dingin dan akan mengakibatkan terjadinya kondensasi yang lebih cepat terhadap uap air tersebut. Selanjutnya uap jenuh tersebut akan mengisi udara dibawah lapisan inversi sebagai uap.

4. Kabut Lereng (Upslope Fog). Terjadi jika udara lembab naik secara lambat sepanjang lereng pegunungan sehingga akan mengalami pendinginan secara adiatik.

5. Tekanan (Barometrik Fog). Terjadi jika distribusi tekanan suhu diatas mengalami perubahan. Kejadian kabut ini sering terbentuk di lembah – lembah atau basin yang berisi udara tetap.

6. Kabut Percampuran (Mixing Fog). Terjadi jika udara yang lembab panas bertemu dengan udara lembab yang dingin, umumnya terjadi di daerah front antara dua massa udara maritim.

Tags:
author

Author: