Tantangan dan Prospek Budi Daya Udang Windu

udang

Pewartaekbis~ Indonesia patut berbangga, salah satunya karena negeri ini memiliki potensi udang windu yang sangat kuar biasa. Pembudidayaannya juga memiliki prospek yang luar biasa. Hal itu dikemukakan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

“Udang Windu merupakan udang asli Indonesi yang harus dikembangkan. Produksinya memang masih kalah dibandingkan udang Vaname. Tapi pasar untuk udang Windu masih terbuka lebar. Maka perlu dukungan dengan ketersediaan Induk dan benik yang kontinyu,” kata Slamet (9/3).

Menurut Slamet, pada periode  tahun 2010 hingga 2014  produksi udang windu mengalami peningkatan produksi sebesar 4,81 persen. Tahun 2010 produksinya  125.519 ton, meningkat menjadi 131.809 ton pada 2014. Adapun produksi di 2015 bertambah mencapai 201.312 ton, atau 20 persen

Produksi udang windu sebagian besar, menurut Slamet, disumbang dari budidaya dengan sistem tradisional hingga tradisional plus. Budi daya ini banyak dilakukan oleh petani di Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas udang windu, KKP akan memberikan dukungan dengan  membenahi saluran irigasi di tambak-tambak tradisional. Ia juga menyatakan jika Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu provinsi yang menjadi sentra produksi udang windu nasional.

Meski demikian, Slamet mengemukakan jika keberlanjutan usaha budidaya udang windu masih sangat perlu untuk diperhatikan. Dengan demikian, kejayaan udang windu seperti pada tahun 90an diharapkan bisa menjadi milik pembudi daya.

“Pemerintah mendukung dengan penyiapan induk unggul dan benih bermutu, yang diproduksi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) seperti di BBPBAP Jepara dan juga BPBAP Takalar”, jelasnya seperti diwartakan republika.co.id.

Tags:
author

Author: