Target Luar Biasa Pertamina di Tahun 2023

pertamina

Jakarta – Hingga saat ini Indonesia masih melakukan impor bahan bakar minyak. Namun, PT Pertamina sudah bertekad menghentikan impor bahan bakar minyak. Tekad ini ditunjukkan dengan melakukan pembangunan kilang baru dan pengembangan kilang eksisting yang diperkirakan selesai tujuh tahun lagi.

Dijelaskan oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, penyelesaian proyek tersebut pada 2023 juga berarti dua tahun lebih cepat dari yang ditargetkan pemerintah.

”Kilang Pertamina akan jadi yang paling modern di Asia Tenggara,’’ sebutnya.

Menurut Rachmad, terdapaty empat strategi Pertamina dalam memenuhi target produksi minyak pada 2023. Strategi dimaksud yaitu mengoptimalisasi infrastruktur yang ada, meningkatkan kapasitas kilang eksisting (refinery development master plant/RDMP), membangun kilang baru (new grass roots refinery/NGRR), dan merevitalisasi kilang yang sudah ada.

Seperti diwartakan JPNN, saat ini Pertamina melakukan proyek RDMP kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Dumai. Pertamina juga membangun kilang baru atau NGRR di Tuban dan Bontang.

”Kalau keadaan ekonominya jauh lebih bagus, tentu masih ada lagi dua new grass root refinary. Yang west mungkin di Arun, yang east mungkin di Sumba,’’ imbuh Rachmad.

Diprediksi, Indonesia bisa memproduksi dua juta barel minyak per hari pada 2023. Tentu angka ini sejalan dengan proyeksi konsumsi BBM di Indonesia pada 2023.

”Permintaan gasoline tumbuh delapan persen dan diesel lima persen per tahun sampai 2025,’’ imbuhnya kemudian.

Tags:
author

Author: