Tas Kulit Merk Ganode asal Jogjakarta Tembus Pasar Internasional

tas kulit ganodePewartaekbis, Yogyakarta— Prestasi membanggakan produksi dalam negeri kian diakui oleh mancanegara. “Ganode”, brand dari tas kulit produksi industri rumah tangga di Dusun Modinan, Desa Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sukses menembus pasar luar negeri, khususnya Jepang.

Hal itu seperti dijelaskan oleh Yuyun Afnan, pelaku usaha tas kulit tersebut. “Selama ini banyak mendapat order dari luar negeri, terutama Jepang. Pesanan bisa mencapai 20 ribu unit tas,” ujarnya di Sleman.

Namun demikian, Yuyun mengaku masih sering kesulitan memenuhi pesanan dalam jumlah banyak karena usaha yang dijalankannya baru sebatas level butik, bukan kelas.

Terlebih, selama ini Yuyun hanya dibantu oleh tiga orang penjahit saja untuk mengerjakan order tas yang per bulan mencapai 60 hingga 70 unit. Menurutnya, keterbatasan tenaga pendukung yang ia miliki karena alasan bahwa ia tidak bisa sembarang merekrut penjahit.

“Pekerjaan menjahit kulit memang butuh keterampilan khusus, Tingkat kesulitannya tinggi. Harus sekali jalan karena kalau sudah cacat, tidak bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Meski Yuyun mengakui bahwa omset bisnisnya bisa mencapai 50 juta rupiah per bulan, pria yang mulai menjalani usaha tas kulit pada Maret 2013 itu mengatakan bahwa ia masih belum bisa memperbesar produksi karena kendala minimnya tenaga ahli tersebut.

Dalam hal strategi pemasaran, Yuyun lebih memilih cara dalam jaringan. “Promosi kami cenderung lewat online dalam bentuk website maupun sosial media karena menguntungkan, dan jangkauannya lebih luas,” katanya.

“Guna memperluas segmen pasar, produk tas berbahan kulit sapi dikreasikan dalam beberapa kelas. Untuk level low, harga di kisaran Rp250 ribu-Rp300 ribu per buah, sedangkan kelas menengah Rp350 ribu-Rp700 ribu,” katanya.

Ia mengatakan untuk kelas tinggi, harga mulai Rp700 ribu hingga menembus Rp5 juta. “Perbedaan mendasar dari tiga macam kelas produk itu terletak pada jenis bahan yang digunakan. Untuk kelas low, bahan tas lebih banyak menggunakan kain kanvas,” katanya.

Selain tas, industri rumah tangga itu juga memproduksi jaket berbahan kulit domba. Namun pengerjaannya masih mengandalkan penjahit dari Bandung. Satu jaket dijual dengan harga minimal Rp1,3 juta.

Tags:
author

Author: