Tausiah Ajib KH Abdullah Sa’ad di Klaten

win_20161209_22_54_43_pro

Klaten~ Malam tadi, Jumat (9/12) ada majelis Sholawat dan Pengajian Akbar di Desa Krajan, Klaten. Kajian dimaksud diisi oleh KH Abdullah Saad. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Inshof, Plesungan, Karanganyar.

Seperti diwartakan laman resmi NU Klaten, KH Abdullah Saad hadir di tengah-tengah jamaah diiringi tabuhan rebana dan sholawat nabi. Di awal ceramah, KH Abdullah Saad mengajak jamaah untuk bersyukur karena hadir di majelis yang dicintai oleh Rosululloh Saw.

KH Abdullah Saad juga bercerita jika beberapa waktu lalu beliau mengikuti manakib dan maulid di Bangka Belitung. Di sana masyarakat sangat antusias menghadiri acara. Tak hanya itu, panitia setempat juga menyiapkan snack dan tempatnya yang istimewa untuk 5.000-an jamaah atas perintah guru di sana.

Kemudian, beliau menjelaskan keutamaan maulid menurut beberapa ulama. Salah satunya dari ulama Al Azhar yang menghukumi maulid sebagai wajib karena bisa menandingi acara-acara yang negatif.

“Di zaman akhir ada acara-acara yang menimbulkan hal-hal begatif.” Sebut KH Abdullah Sa’ad.

KH Abdullah Saad juga menerangkan tentang nasehat Imam Maliki ra, “Jika mau memperbaiki umat Kanjeng Nabi Muhammad Saw di akhir zaman, maka konsepnya harus sama dengan konsep di awal ummat Muhammad Saw”

Konsep dimaksud ialah mahabbah kepada Rosululloh Saw yang disebut Kyai Abdullah Sa’ad mulai luntur. Beliau kemudian bercerita tentang beberapa sahabat, salah satunya mengenai seorang badui yang bertanya kepada Rosululloh Saw tentang kapan kiamat tiba. Juga tentang cintanya sahabat kepada Rosululloh Saw.

Di hadapan jamaah, KH Abdullah Saad juga mengajak hadirin untuk menghormati KH Said Aqil Siradj yang merupakan pimpinan jamiyah Nahdlatul Ulama. Termasuk saat mengeluarkan hukum tentang jamaah sholat Jum’at di jalan pada saat aksi 212 beberapa waktu lalu.

Sebelum pengajian, dalam acara ini akan digelar pelantikan Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Desa Krajan yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidhiyah NU Klaten, KH Mujiburrohman.

Usai melantik, Ketua Tanfidhiyah NU Klaten, KH Mujiburrohman, dalam sambutannya berpesan agar segenap Pengurus NU Ranting Desa Krajan bersyukur telah dipilih Allah Swt untuk mengurusi jami’yah Nahdlatul Ulama. Beliau juga menerangkan jika orang-orang yang ngurusi NU dianggap sebagai santri KH Hasyim Asyari. Sang pendiri NU juga disebut KH Mujiburrohman telah mendoakan khusnul khotimah.

Tags:
author

Author: