Teknologi Kemenkominfo untuk Menyadap Seluruh Data Nitizen itu “Palsu”

internet

Jakarta~ Beredar isu jika Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki perangkat teknologi yang mampu menyadap seluruh data aktivitas netizen di internet. Kemenkominfo disebut memiliki Big Data Cyber Security yang mempunyai kemampuan menemukan konten-konten sensitif di media sosial untuk diteruskan oleh Polisi Siber di Bareskrim Polri.

Kabar burung tersebut dibantah oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

“Tidak pernah ada yang seperti itu,” ujar Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (9/11).

Rudi memaparkan, isu semacam itu juga pernah beredar di jejaring sosial pada  26 Oktober 2015. Oleh sebab itu, ia menduga isu tersebut beredar dari sumber lama.

“Dugaan kami, itu kalau ada yang search di internet, kan yang paling banyak dibaca yang muncul. Jadi mungkin bisa keluar lagi isu ini karena itu,” lanjutnya.

Dijelaskan juga jika saat ini yang sedang disiapkan Kemenkominfo ialah program standardisasi cyber security. Program ini memiliki standar security system dalam setiap aplikasi internet yang dimilikinya.

“Kominfo sekarang fokus membuat standardisasi, melakukan sosialisasi agar semua stakeholder di masing-masing sektor itu selalu waspada terhadap cyber security,” bebernya seperti diwartakan Kompas.

Rudi kemudian mencontohkan sektor transportasi. Saat ini aktivitas transaksi tiket transportasi di internet melonjak tajam. Sayangnya, penyedia aplikasi itu dinilai belum memiliki standardisasi keamanan. Untuk itu, pemerintah mendorong penyedia aplikasi itu menerapkan standar keamanan demi kenyamanan dan keamanan bertransaksi.

“Workshop dan sosialisasi terus kami laksanakan selama satu tahun terakhir ini. Insya Allah sukses,” jelas Rudi.

Tags:
author

Author: