Terima Fatwa MUI, Jari dan Pengikutnya Bertaubat

jari

Jombang- Beberapa waktu lalu Jari (44) sempat menghebohkan media. Lelaki asal Jombang ini mengaku menjadi Nabi Isa dan menyebarkan ajarannya. Pengikutnya pun sudah cukup banyak. Menanggapi hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan ajaran tersebut sebagai aliran yang menyimpang atau sesat.

Salah satu pengikut Jari yang berinisial Trd mengaku sudah menerima fatwa tersebut. Ia pun menyatakan siap untuk bertaubat dan dibina.

“Tidak ada masalah, kami menerima apa adanya. Dibina ya syukur alhamdulillah. Kan begitu,” ucapnya di Ponpes Kahuripan Ash Shiroth Dusun Gempol, Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh (26/2).

Trd juga mengaku sebagai salah satu penggagas berdirinya Ponpes Ash Shiroth. Setelah menerima fatwa ini, pengajian yang rutin digelar 2 kali dalam sebulan pun dihentikan sesuai permintaan pemerintah.

“Surat dari MUI sudah kami terima, saya sudah paham,” ujarnya.

Ia juga menyatakan jika Jari dan penggagas Ponpes Ash Shiroth lain siap mengikuti petunjuk MUI.

“Pendiri semuanya sejalan mengikuti petunjuk dari MUI. Karena pedoman kami taat kepada Alloh, kepada Rasul Muhammad, dan taat kepada pemerintah. Titik!,” lanjutnya tegas.

Sebagaimana diwartakan detik.com, MUI Jombang secara resmi mengeluarkan fatwa terhadap ajaran Jari (23/2). Ajarannya dinyatakan MUI sebagai bentuk penyimpangan terhadap akidah Islam.

Penyimpangan tersebut dibuktikan dengan beberapa hal, salah satunya pengakuan Jari sebagai Nabi Isa yang menerima wahyu sejak 2005-2015, menambah kalimat syahadat, serta adanya sejumlah benda dan gambar di dalam masjid Ponpes Kahuripan Ash Shiroth yang dimanifestasikan sebagai simbol keyakinan.

Tags:
author

Author: