Terkait Kasus Ahok, Kader Golkar Minta Presiden Jokowi Turun Tangan

golkar

Jakarta~ Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berdialog dengan masyarakat Kepulauan Seribu (27/9) terus menimbulkan polemik. Saat itu, sosok yang karib disapa Ahok tersebut menyebut-nyebut Surat Almaidah ayat 51.

Politikus Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan jika kasus dugaan menodai agama dan menghina para ulama tersebuttelah menjadi perhatian publik dan  menjadi persoalan nasional. Oleh karenanya, pihaknya ingin mengetahui sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait persoalan ini.

“Kami ingin tahu sikap presiden kita, Bapak Jokowi. Kasus (dugaan) penistaan agama oleh Ahok ini sudah menjadi persoalan nasional,” sebutnya (12/10).

Sebagai kepala negara, kata Doli, Presien Jokowi sudah sepatutnya mengambil sikap karena yang bersangkutan tercatat sebagai seorang gubernur yang ada di bawah presiden.

“Jangan sepertinya tidak ambil peduli, dan nanti bisa menimbulkan kesan justru mendukung apa yang dinyatakan Ahok,” tegas Doli.

Sikap Presiden Jokowi juga dinilainya sangat penting bagi kader Golkar.

“Apalagi bagi kami kader Partai Golkar, sikap itu penting, karena Pak Jokowi sudah menjadi Calon Presiden Partai Golkar secara resmi pada tahun 2019,” ungkapnya.

Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan DPP Golkar juga diminta Doli untuk melakukan rapat, membuat sikap, dan memberikan saran pertimbangan kepada DPP.

“Ini momentum Dewan Kehormatan menunjukkan eksistensinya. Apalagi dewan ini diketuai oleh Pak BJ Habibie, yang adalah tokoh, sesepuh partai, dan pendiri ICMI,” sebutnya kemudian seperti diwartakan JPNN.

Tags:
author

Author: