Terkait Kasus Yuyun, BEM Universitas Bengkulu Datangi DPRD Provinsi Bengkulu

yuyun

Bengkulu~ Siang tadi sekelompok mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bengkulu berunjuk rasa di DPRD Provinsi Bengkulu.   Dalam orasinya, mereka menyoroti kasus Yuyun. Seorang gadis malang yang diperkosa dan dibunuh sekelompok pemuda.

Salah satu pengurus BEM Universitas Bengkulu, Astri, menerangkan jika kasus Yuyun  menjadi pelajaran berharga untuk memberantas peredaran miras dan menyelamatkan generasi penerus dari ancaman penyakit sosial.

“Keberadaan miras membuat generasi muda menjadi generasi yang suka mabuk-mabukan dan negara harus mengambil langkah untuk mencegah kerusakan sosial yang lebih parah,” sebutnya (10/5).

Menanggapi aksi ini, sejumlah anggota DPRD Provinsi Bengkulu menyatakan komitmennya  untuk menyusun Raperda tentang Pemberantasan Peredaran Miras. Bahkan, salahs atu anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Septi Yuslinah, menerangkan jika kasus Yuyun merupakan puncak dari darurat minuman keras di bumi Bengkulu.

“Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap YY di Rejanglebong adalah puncak dari status darurat minuman keras di Bengkulu,” sebut Septi.

Menurut Septi, kasus Yuyun menjadi cambuk bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memberantas penyakit sosial di daerah ini.

“Kami berkomitmen menyusun Perda tentang larangan peredaran minuman keras menjadi inisiatif legislatif,” imbuhnya seperti diwartakan republika.co.id.

Tidak hanya minuman keras, Bengkulu juga disebut Septi sudah masuk status darurat kekerasan seksual. Oleh sebab itu, ia meminta DPR RI mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi Undang-Undang.

Tags:
author

Author: