Ternyata! Ada 299 WNI Terancam Hukuman Mati

bunuh

Jakarta~ Di tengah gencar-gencarnya Pemerintah Indonesia menghukum mati pengedar narkoba, ternyata ada 299 Warga Negara Indonesia yang terancam kehilangan nyawa di luar negeri akibat melanggar hukum di negara yang ditempatinya.

Jumlah tersebut dituturkan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Jumlah terpidana mati asal Indonesia paling banyak berada di Malaysia dan Arab Saudi. Kasus yang paling banyak dituduhkan adalah soal pembunuhan dan narkoba.

Ketika rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI di gedung Parlemen Senayan (12/2), Retno LP Marsudi menyatakan jika pihaknya memiliki keterbatasan.

“Dalam menghadapi masalah hukum, ada hal yang harus kami lakukan untuk menunjukkan kehadiran pemerintah. Namun demikian, ada juga titik di mana kami tidak bisa begerak, dalam arti ada keterbatasan kami membela,” papar Retno seperti diwartakan Kompas.

Masih menurut sang Menteri Luar negeri,  fatwa ulama di Arab Saudi menyebutkan jika jumlah diyat atau denda yang harus dibayar untuk membebaskan terpidana mati karena kasus pembunuhan ialah 200 riyal atau sekitar Rp 600 juta. Itu jika terpidananya perempuan. Jika laki-laki, denda akan dua kali lipat.

“Kalau isunya pendampingan hukum dan kekonsuleran kita akan maksimal. Tapi kalau masuk ke diyat, kita ada keterbatasan,” kata Retno.

Meski demikian, pemerintah tetap akan membela ratusan warga negara Indonesia yang tersangkut masalah hukum di luar negeri. Bentuknya antara lain berupa pendampingan hukum terhadap WNI yang terancam hukuman mati di negeri orang.

Tags:
author

Author: