Ternyata! Konstruksi Cakar Ayam Ditemukan Ilmuwan Indonesia

pembangunan

Pewartaekbis~ Indonesia memang sudah memiliki banyak julukan. Mulai dari negara kepulauan hingga negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia. Namun, masih sedikit yang mengakui jika negeri ini juga memiliki segudang ilmuwan dengan temuannya yang luar biasa.

Salah satu ilmuwan yang nama dan karyanya telah “go internasional” ialah Prof. Dr. Ir. Sedijatmo. Beliau dilahirkan di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 24 Oktober 1909. Nama sosok yang pernah menjadi guru besar di Institut Teknologi bandung ini mendunia berkat temuannya ‘Konstruksi Cakar Ayam’ pada tahun 1962.

Berdasarkan sumber terpercaya, Konstruksi Cakar Ayam ditemukan Prof. Dr. Ir. Sedijatmo saat masih bekerja untuk PLN. Ketika itu, ia ditugasi mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Dibandingkan dengan pondasi biasa, ternyata pondasi yang dibuat sang professor mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya.

Setelah tersiar kabar soal kesuksesan Pondasi Cakar Ayam, pondasi temuan Prof. Dr. Ir. Sedijatmo  pun digunakan dalam pembangunan Bandara Juanda, Surabaya. Seperti sebelumnya, tipe pondasi yang telah dipatenkan ini sukses menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Nama sang professor semakin harum  seiring dengan digunakannya Konstruki Cakar Ayam di berbagai negara. Negara dimaksud antara lain Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

Pondasi cakar ayam terdiri atas plat beton bertulang dengan ketebalan 10-15 cm, tergantung dari jenis konstruksi dan keadaan tanah di bawahnya. Di bawah plat beton dibuat sumuran pipa-pipa dengan jarak sumbu antara 2-3 m. Diameter pipa 1,20 m, tebal 8 cm, dan panjangnya tergantung dari beban di atas plat serta kondisi tanahnya. Untuk pipa dipakai tulangan tunggal. Sementara itu, untuk plat dipakai tulangan ganda.

author

Author: